Upaya Menciptakan Dampak Positif Investasi Tiongkok di Kalteng

Hilyatul Asfia, S.H., M.H. (istimewa)

kaltengpedia.com -Pemerintah Indonesia mengeklaim telah mencapai kesepakatan dengan China untuk bekerja sama mengembangkan lahan sawah seluas satu juta hektare di Kalimantan Tengah. Ini disebut akan mengatasi masalah beras nasional, apalagi mengingat Indonesia kerap bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, bila pengembangan sawah yang dimaksud adalah bagian dari proyek food estate pemerintah, para pakar meragukan keberhasilannya. Apalagi, selama tiga dekade terakhir, berbagai proyek lumbung pangan telah diluncurkan di Indonesia oleh beberapa presiden berbeda dan berujung kegagalan.

Di unggahan pertama, Luhut bilang ia dan Yi sempat membahas “rencana proyek penanaman padi di kawasan¬†food estate Kalimantan Tengah”. Di unggahan kedua, Luhut mengeklaim China bersedia “memberikan teknologi padi” yang membuat mereka sukses mencapai swasembada beras untuk diterapkan di lahan seluas satu juta hektare di Kalimantan Tengah. “Mereka bersedia, dan kita tinggal sekarang mencari local partner-nya untuk membuat di Kalteng. Karena tanahnya itu dari zaman dulu sudah ada, itu sampai 1 juta hektare,” kata Luhut, sebelum menambahkan bahwa Bulog akan membeli hasil produksi beras dari proyek ini.

Menurut Luhut, pengembangan sawah di Kalimantan Tengah bisa dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dengan lahan 100.000-200.000 hektare terlebih dahulu.Kerja sama dengan China ini diharapkan dapat berjalan “enam bulan dari sekarang” dan menyelesaikan masalah beras nasional. Ini penting, kata Luhut, karena Indonesia rutin mengimpor beras antara 1,5 juta dan 2 juta ton per tahun. Bila proyek ini berjalan, kata Luhut, “Sudah selesai masalah ketahanan pangan kita untuk beras.”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dosen Fakultas Hukum UPR Hilyatul Asfia, S.H., M.H. menyoroti dampak apabila investasi Tingkok di Kalimantan Tengah , Berikut Opini dari Dosen muda yang juga aktif di media sosial yang selalu memberikan konten tentang Hukum dan konten lainnya :

Ketertarikan Tiongkok yang hendak melakukan investasi di Kalimantan Tengah merupakan sebuah kesempatan dalam rangka merealisasikan Kalimantan Tengah sebagai Lumbung Pangan dan Energi sesuai amanat Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Nomor 15 Tahun 2015.

Hal ini merupakan tindak lanjut daripada peraturan mengenai alih fungsi lahan yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Tujuan dari undang-undang ini adalah untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian pangan yang berkelanjutan, mempromosikan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, memberikan kepastian dalam berusaha di sektor pertanian, serta menjaga keseimbangan ekologis dan investasi dalam infrastruktur pertanian. Penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan di tingkat Kabupaten/Kota diatur dalam Peraturan Daerah tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten/Kota.

Adapun kegagalan yang pernah dialami hendaknya menjadi Pelajaran dan warning bagi pemerintah agar dalam pelaksanannya dilakukan secara professional, terukur dan bekermanfaatan. Jangan melupakan praktik historis yang ada bahwa kita pernah melakukan pengelolaan lahan dimasa Presiden Soeharto dan hal tersebut justru tidak memberikan dampak yang bagus termasuk pula food estate di Gunung Mas.

Keberhasilan dalam memastikan ketersediaan beras sebagai kebutuhan pangan telah menjadi pilar utama dalam mencapai ketahanan pangan nasional. Hal ini tidak hanya berdampak pada aspek pangan semata, tetapi juga memiliki implikasi yang luas terhadap stabilitas sosial, ekonomi, politik, serta keamanan nasional. Secara umum, sektor agribisnis cenderung menjadi industri yang bergantung pada sumber daya alam. Indonesia, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, memiliki keunggulan komparatif dalam hal sumber daya pertanian dan perkebunan yang beragam, Khususnya daerah Kalimantan Tengah.

Perlu dicatat bahwa tidak ada negara di dunia yang memiliki kekayaan alam seperti Indonesia dalam hal sumber daya pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, pengembangan sektor agribisnis menjadi strategis dalam memastikan kemandirian pangan dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di pasar global.

investasi kepada daerah dalam konteks otonomi daerah memiliki signifikansi yang besar, karena pada dasarnya aktivitas ekonomi bergantung pada aliran dana. Salah satu sumber dana tersebut adalah investasi langsung yang mengalir ke daerah.

Dalam perspektif kacamata hukum, Hendaknya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Pusat dalam melakukan realisasi investasi ini memperhatikan Upaya menciptakan lingkungan investasi yang efisien dan efektif serta untuk memberikan kepastian, diperlukan peraturan yang mampu menjawab kebutuhan kebijakan tersebut mendatang di Kalimantan Tenagah. Dalam konteks ini, pemerintah perlu mengubah orientasinya dari pendekatan Command and Control menjadi responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan publik. Peran pemerintah di sini lebih sebagai pendorong, fasilitator, pengkoordinasi, dan pengusaha dalam proses pembangunan.

Upaya investasi mendatang hendaknya focus pada membangun keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha. Pendekatan ekonomi terhadap hukum dapat menghasilkan konsep Pareto Efficiency: suatu kebijakan di mana tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan setidaknya satu pihak merasa diuntungkan

Tentunya bentuk investasi ini tidak pertama kali, Fakta sosiologis juga menjelaskan bagaimana Kerjasama Indonesia dan Tiongkok telah ada sejak Tahun 2004 dimasa Pemerintahan SBY.  Melalui perjanjian Asean China Free Trade Area (ACFTA) yang berlaku sejak 1 Juli 2024.Jadi, seperti yang disampaikan Bapak Pembangunan Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, daripada berdiam diri tidak melakukan apa-apa, Langkah ini menjadi Upaya untuk mengembangkan pertanian bangsa kita.

Secara umum pertumbuhan ekonomi negara berkembang terletak pada sektor pertanian, Peningkatan produktivitas di sektor pertanian dapat memberikan kontribusi positif bagi sektor-sektor lainnya. Produktivitas pertanian dapat ditingkatkan dengan mengalokasikan investasi untuk perbaikan lahan dan penerapan teknologi produksi yang modern. Investasi ini tidak hanya akan meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan peluang kerja. Akumulasi modal menghasilkan kemajuan dalam teknologi, yang mendukung pertumbuhan ekonomi melalui produksi yang lebih efisien dan menciptakan spesialisasi.

 

Pos terkait