kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di pasaran kembali stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter setelah sempat mengalami kenaikan hingga Rp16 ribu per liter.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki rantai distribusi agar pasokan Minyakita dapat tersalurkan secara lebih efektif dan harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Menurut dia, penyederhanaan jalur distribusi menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi tersebut di pasaran.
“Tim ingin memutus rantai distribusi yang terlalu panjang. Kami berharap pasokan dari Bulog dapat langsung masuk ke pedagang yang menjual produk tersebut sehingga harga tetap sesuai ketentuan,” kata Achmad Zaini di Palangka Raya, Senin (15/6).
Ia menambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan lapangan melalui inspeksi mendadak ke sejumlah pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh Minyakita sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus memasok Minyakita ke berbagai saluran distribusi sebagai upaya menjamin ketersediaan minyak goreng bersubsidi dan menjaga stabilitas harga.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengatakan pihaknya saat ini memiliki stok Minyakita hampir mencapai satu juta liter.
“Dengan persediaan yang ada, kami terus berupaya memasok Minyakita ke berbagai saluran distribusi, antara lain pasar tradisional dan Rumah Pangan Kita,” ujarnya.
Menurut Erwin, hingga saat ini Bulog Kalimantan Tengah telah menyalurkan hampir tiga juta liter Minyakita kepada masyarakat.
Ketersediaan stok yang memadai diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bulog dan TPID berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi guna memastikan distribusi berjalan lancar dan harga kebutuhan pokok tetap stabil di pasaran. (Yd/Kalped)






















