Kaltengpedia.com – MURUNG RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah. Pemerintah Kabupaten Murung Raya kini menyiagakan 19 titik rumah atau ruang oksigen gratis untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya, Suwirman Hutagalung, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak polusi udara, terutama bagi masyarakat yang mengalami sesak napas.
Dari total 19 titik tersebut, 17 ruang oksigen berada di puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Murung Raya. Sementara dua fasilitas tambahan berada di Kantor PMI Murung Raya di depan RSUD Puruk Cahu dan Kantor Dinas Kesehatan Murung Raya.
Layanan rumah oksigen tersebut dibuka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, atau menyesuaikan jam pelayanan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah.
Masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan kabut asap dapat mendatangi fasilitas terdekat untuk memperoleh terapi oksigen secara gratis.
Dinkes Murung Raya mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi memburuk. Keluhan seperti sesak napas, batuk terus-menerus, iritasi mata dan tenggorokan, pusing hingga tubuh terasa lemas menjadi tanda agar warga segera mencari pertolongan kesehatan.
Langkah tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Murung Raya. Sehari sebelumnya, Dinkes Murung Raya juga menyampaikan bahwa kasus ISPA di daerah tersebut telah menjadi perhatian dalam penanganan dampak karhutla.
Dengan disiapkannya 19 rumah oksigen, pemerintah daerah berharap warga yang terdampak polusi udara dapat memperoleh pertolongan lebih cepat sekaligus mencegah munculnya kondisi darurat kesehatan yang lebih serius.
Kabut asap bukan hanya persoalan jarak pandang dan aktivitas warga. Ketika kualitas udara memburuk, dampaknya dapat langsung menyentuh kesehatan masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan apabila mulai merasakan gangguan pernapasan.





















