11 Rumah Oksigen Disiapkan, 3.000 Masker Dibagikan — Pemprov Kalteng Hadapi Ancaman Kabut Asap

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan sejumlah fasilitas bantuan pernapasan bagi masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan pemerintah daerah memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dengan menyiapkan 11 lokasi rumah oksigen yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Fasilitas tersebut berada di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit pratama, dengan mayoritas layanan beroperasi selama 24 jam.

Adapun fasilitas tersebut tersebar di beberapa wilayah, yakni RSJ Kalawa Atei, RSUD Hanau, RSUD Sultan Imanuddin, Rumah Sakit Pratama Kutariringin, RSUD Parenggean, RS Pratama Katingan Kuala, RSUD Kuala Kurun, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, RSUD Muara Teweh, RSUD Gusti Abdul Gani, serta RSUD Pulang Pisau.

Khusus layanan di RSUD Pulang Pisau, rumah oksigen tersedia selama 8 jam, sementara fasilitas lainnya disebut menyediakan layanan hingga 24 jam.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Pemerintah mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan bantuan oksigen agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

Tak hanya menyediakan oksigen, Pemprov Kalteng juga membagikan sekitar 3.000 masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap paparan udara yang kurang baik.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, kondisi kesehatan masyarakat menjadi perhatian di tengah kabut asap yang kembali menebal. Data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya yang diberitakan sebelumnya mencatat 16.258 kasus ISPA hingga minggu ketiga Agustus 2026 di wilayah tersebut.

Dengan kondisi tersebut, penyediaan rumah oksigen dan masker menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi dampak kesehatan akibat kabut asap. Namun, perlindungan masyarakat tidak hanya bergantung pada penanganan dampak, melainkan juga pada upaya pengendalian sumber karhutla yang menyebabkan kualitas udara memburuk.

Sumber: Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah (MMC Kalteng), 1 September 2026.

Pos terkait