Asap Karhutla Kabupaten Tetangga Kepung Barito Selatan, 2.037 Hotspot Tercatat

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut disinyalir kuat berasal dari asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kabupaten tetangga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan Agus In’yulius mengatakan, penanganan titik api di wilayah Barito Selatan relatif terkendali. Namun, asap dari wilayah perbatasan masih menyebar dan berdampak terhadap kualitas udara.

“Meskipun di Barito Selatan apinya sudah padam, akan tetapi di kabupaten tetangga apinya masih menyala sehingga asapnya menyebar ke wilayah Barito Selatan,” kata Agus di Buntok, Selasa.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya terjadi di kawasan perbatasan Barito Selatan dan Kabupaten Kapuas. Tim pemadam telah menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan lahan yang berada di wilayah administrasi Barito Selatan.

Namun, kobaran api di wilayah yang masuk Kabupaten Kapuas masih berlangsung dan meluas. Kondisi tersebut membuat asap bergerak menuju wilayah Barito Selatan.

“Kendala kewenangan wilayah menghalangi personel untuk menyeberang, sementara pergerakan kabut asap terus menerobos ke area Barito Selatan,” ujarnya.

Agus mengatakan, berdasarkan catatan BPBD, jumlah hotspot di Barito Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 2.037 titik yang tersebar di enam kecamatan.

Hotspot terbanyak berada di Kecamatan Dusun Hilir dengan 877 titik, disusul Dusun Selatan 478 titik, Jenamas 357 titik, Dusun Utara 121 titik, Gunung Bintang Awai 108 titik, dan Karau Kuala 96 titik.

Dari total tersebut, 1.938 hotspot tercatat pada Agustus 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Selain hotspot, tercatat 113 kejadian karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Sebanyak 75 kejadian atau 66,37 persen di antaranya terjadi pada Agustus.

Total luas lahan yang terbakar selama periode tersebut mencapai 514,86 hektare, dengan Agustus menjadi bulan dengan luasan terbesar, yakni 452,41 hektare.

Kecamatan Dusun Selatan mencatat kejadian terbanyak dengan 63 kasus dan luas lahan terbakar 245,08 hektare. Dusun Hilir mencatat sembilan kejadian dengan luas 147,92 hektare, Karau Kuala 18 kejadian seluas 50,86 hektare, Dusun Utara tujuh kejadian seluas 36 hektare, Jenamas 14 kejadian seluas 27,50 hektare, serta Gunung Bintang Awai dua kejadian dengan luas 7,50 hektare.

Kebakaran terluas tercatat terjadi di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir, pada 23 Agustus 2026 dengan luas lahan terbakar mencapai 100 hektare.

Pos terkait