Kaltengpedia.com- Buntok, 31 Agustus 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah membakar lahan seluas 514,86 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan mencatat, kejadian dan luasan lahan terbakar mengalami peningkatan signifikan pada Agustus.
Kepala BPBD Barito Selatan Agus In’yulius mengatakan, dari total luasan lahan yang terbakar selama delapan bulan tersebut, sebanyak 452,41 hektare terjadi pada Agustus.
“Luasan lahan yang terbakar terbesar terjadi pada Agustus, yakni 452,41 hektare dari total 514,86 hektare selama Januari hingga Agustus,” kata Agus di Buntok, Senin.
Berdasarkan catatan BPBD, Kecamatan Dusun Selatan menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 63 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 245,08 hektare.
Selanjutnya, Kecamatan Karau Kuala mencatat 18 kejadian dengan luas lahan terbakar 50,86 hektare. Jenamas sebanyak 14 kejadian dengan luasan 27,50 hektare, Dusun Hilir sembilan kejadian dengan 147,92 hektare, Dusun Utara tujuh kejadian dengan 36 hektare, serta Gunung Bintang Awai dua kejadian dengan luas 7,50 hektare.
Sementara itu, kejadian dengan luasan lahan terbakar terbesar terjadi di Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir, pada 23 Agustus 2026 dengan luas mencapai 100 hektare.
Agus mengatakan data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang dinilai rawan karhutla.
BPBD juga terus memetakan kawasan yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk jalur wilayah dari Desa Madara hingga Kelahien serta kawasan dari Pamangka, Kecamatan Dusun Selatan, hingga Desa Rampa Mea, Kecamatan Dusun Utara.
“Kawasan-kawasan tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” katanya.





















