2.638 Kasus ISPA, Kapuas Buka Portal Pantau Dampak Kabut Asap dan Kualitas Udara

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menghadirkan portal khusus pemantauan dampak karhutla terhadap kesehatan.

Portal yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas tersebut menyajikan informasi mengenai kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sekaligus kondisi kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, dr. Agus Waluyo, mengatakan keberadaan portal tersebut penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan kualitas udara secara lebih mudah.

“Portal ini sangat krusial bagi masyarakat di tengah darurat kabut asap yang melanda wilayah tersebut,” kata Agus di Kuala Kapuas, Senin (31/8/2026).

Portal tersebut dapat diakses melalui laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas pada kanal Pemantauan ISPA & Karhutla. Informasi yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi rujukan masyarakat sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Langkah ini menjadi semakin penting setelah Dinkes Kapuas mencatat 2.638 kasus ISPA dalam periode pemantauan yang dilaporkan sebelumnya. Jumlah tersebut menjadi kasus penyakit yang paling banyak ditangani dibandingkan sejumlah penyakit lainnya.

Data Dinkes Kapuas juga menunjukkan 1.095 kasus diare akut, 62 kasus suspek demam tifoid, 58 kasus suspek demam berdarah dengue (DBD), dan 50 kasus pneumonia pada periode yang sama. Dinkes menyebut peningkatan kasus ISPA tersebut sementara ini sejalan dengan meningkatnya kejadian karhutla, meski masyarakat tetap diminta mewaspadai berbagai faktor penyebab gangguan pernapasan.

Dari sisi kualitas udara, portal tersebut memberikan informasi berdasarkan ISPU. Kategori kualitas udara dibagi menjadi lima tingkat, mulai dari Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya.

Kategori Tidak Sehat berada pada rentang ISPU 101–200 dan dapat mulai menimbulkan gangguan kesehatan, sedangkan kategori Sangat Tidak Sehat pada rentang 201–300 berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan. Pada kategori Berbahaya, risiko kesehatan menjadi semakin serius.

Yang juga menjadi bagian penting dalam sistem pemantauan tersebut, sejak Agustus 2026 Kabupaten Kapuas telah memiliki satu stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) resmi KLHK yang berada di Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat. Kehadiran stasiun ini memperkuat pemantauan kualitas udara di wilayah Kapuas.

Agus mengatakan data yang tersedia melalui portal diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat, tetapi juga bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah pencegahan dan memperkuat pelayanan kesehatan.

Masyarakat pun diminta tidak mengabaikan kondisi udara ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk, terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok rentan, serta menjaga pola makan dan istirahat menjadi bagian dari langkah pencegahan.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan atau sesak napas dan gejalanya menetap maupun semakin berat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemkab Kapuas juga menyediakan rumah oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas, sebagai salah satu upaya membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Dengan adanya portal pemantauan tersebut, masyarakat Kapuas kini memiliki akses yang lebih mudah untuk melihat perkembangan kasus ISPA sekaligus kondisi kualitas udara, sehingga keputusan untuk beraktivitas di luar rumah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi udara terkini.

Pos terkait