Tiga Jenderal Turun ke Sekolah Perbatasan Sukamara, Bawa Pesan Kuat untuk Generasi Muda

Dok. MMC Kalteng

kaltengpedia.com – Pemandangan berbeda terjadi di SMAN 1 Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Sekolah yang berada di kawasan perbatasan Kalteng dan Kalimantan Barat itu mendapat kunjungan tiga figur penting, yakni Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin, Kamis (27/8/2026).

Kehadiran ketiganya bukan sekadar kunjungan seremonial. Di hadapan ratusan pelajar, mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan, pemanfaatan teknologi, profesionalisme, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan, anak-anak yang tinggal di pedalaman maupun wilayah perbatasan harus memperoleh kesempatan pendidikan yang sama dengan anak-anak di perkotaan.

Ia meminta para siswa tidak menyia-nyiakan waktu dan mulai mempersiapkan masa depan sejak bangku sekolah melalui kemauan, kerja keras dan kesungguhan dalam belajar.

“Gunakan waktu sebaik-baiknya, karena waktu tidak akan terulang lagi. Saya tidak ingin melihat anak-anak kami, dari pedalaman sampai perkotaan, tidak bisa sekolah. Itu cita-cita Presiden kita,” tegas Agustiar.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan masa depan Kalimantan Tengah. Karena itu, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak di pelosok untuk kehilangan kesempatan meraih cita-cita.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengajak para pelajar lebih bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Ia mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya dan sesuatu yang bernilai positif.

“Jangan hanya menjadi konsumen yang scrolling media sosial, tetapi harus bisa menjadi produsen,” pesan Iwan.

Kapolda juga mengingatkan siswa agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Kemampuan menyaring informasi, menurutnya, menjadi hal penting di tengah derasnya perkembangan dunia digital.

Selain itu, para pelajar diajak ikut menjaga lingkungan, khususnya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi persoalan di Kalimantan Tengah.

Pesan mengenai masa depan dan profesionalisme kemudian disampaikan Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin.

Ia meminta para siswa mulai mengenali kemampuan dan potensi diri masing-masing. Para pelajar juga diminta tidak membatasi cita-cita hanya pada profesi sebagai aparatur sipil negara, polisi maupun prajurit TNI.

“Tidak harus semua menjadi ASN, polisi atau TNI. Semua pekerjaan mulia asalkan halal. Belajarlah yang rajin sehingga kalian bisa profesional,” ujarnya.

Menurut Zainal, setiap profesi memiliki peran dalam pembangunan selama dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

Kunjungan tiga pimpinan tersebut sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah dan aparat terhadap pembangunan manusia di wilayah perbatasan.

SMAN 1 Balai Riam sendiri kini mulai mendapat dukungan sarana pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah tersebut telah dilengkapi TV interaktif, layanan internet Starlink dan panel surya untuk mendukung proses belajar mengajar.

Di sisi lain, keberadaan Jembatan Garuda juga semakin memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di kawasan tersebut.

Dari Balai Riam, pesan yang disampaikan ketiga pimpinan itu memiliki benang merah yang sama: anak-anak di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal.

Mereka didorong untuk berani bermimpi, tekun belajar, mampu memanfaatkan teknologi dan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi masa depan.

Kehadiran Gubernur, Kapolda dan Pangdam di sekolah perbatasan tersebut pun menjadi simbol bahwa pembangunan Kalimantan Tengah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan generasi muda di pelosok memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan membawa daerahnya menuju kemajuan.

Pos terkait