Kaltengpedia – Palangka Raya – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan intensif terhadap harga komoditas pangan di pasar tradisional.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru di Pasar Besar Palangka Raya pada Senin, harga sejumlah kebutuhan pokok dilaporkan masih berada dalam kondisi relatif stabil dan terkendali.
Pelaksana Tugas Kepala DPKUKMP Kota Palangka Raya, Samsul Rizal mengatakan pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi.
“Data harga harian merupakan instrumen penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan intervensi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga yang signifikan di lapangan,” katanya.
Berdasarkan data yang dirilis, harga beras medium sebagai kebutuhan utama masyarakat masih bertahan di angka Rp14.000 per kilogram.
Sementara itu, beras premium dijual dengan harga Rp15.400 per kilogram. Samsul menilai harga tersebut masih berada dalam batas kewajaran mengingat distribusi dari daerah penghasil berjalan lancar.
Untuk komoditas protein, harga daging ayam ras terpantau berada di angka Rp40.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras dijual seharga Rp30.000 per kilogram.
“Kami melihat pergerakan harga pada sektor unggas ini masih cukup dinamis, namun hingga awal Maret belum ada lonjakan ekstrem yang melampaui harga eceran tertinggi di tingkat pasar utama,” ujarnya.
Selain itu, gula pasir saat ini dijual dengan harga Rp17.500 per kilogram. Sedangkan minyak goreng merek Minyak Kita yang banyak dicari masyarakat tersedia dengan harga Rp15.700 per liter.
Menurut Samsul, kondisi tersebut menunjukkan rantai pasokan bahan pokok di Kota Palangka Raya masih cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa harga-harga komoditas pangan dapat sedikit berbeda di sejumlah pasar lain di luar Pasar Besar Palangka Raya.






















