Kaltengpedia – Palangka Raya – Upaya pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) di Kota Palangka Raya kini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mulai memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan daun karamunting yang diolah menjadi produk teh bernilai jual.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno mengatakan, pendekatan PLTB tidak hanya bertujuan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan sisa biomassa menjadi peluang ekonomi.
“Melalui PLTB, kita ingin mengubah cara pandang masyarakat. Tidak ada lagi yang dibakar, tetapi dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai, salah satunya seperti teh karamunting ini,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, tanaman karamunting yang sebelumnya tumbuh liar kini dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku produk yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha kecil masyarakat.
Menurut Untung, proses pengolahan teh karamunting relatif sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, mulai dari pemilihan daun, proses pengeringan, hingga menjadi produk siap seduh.
“Proses pengolahannya pun relatif sederhana dan bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Mulai dari pemilihan daun, pengeringan hingga menjadi produk siap seduh, semuanya dapat dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga,” ucapnya.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM, sehingga masyarakat tidak hanya berperan menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilakukan.
Untung berharap inovasi pemanfaatan daun karamunting ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu alternatif usaha masyarakat dalam mendukung peningkatan ekonomi keluarga.
“Kalau ini dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin ke depan bisa menjadi produk unggulan lokal sekaligus memperkuat ekonomi UMKM di Palangka Raya,” pungkasnya. (Yd/Kalped)






















