Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan nonformal yang dinilai mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini. Langkah tersebut diwujudkan dengan mendorong peran aktif lembaga kursus dan pelatihan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan lembaga pendidikan nonformal memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan siap bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Menurut Fairid, pola pembelajaran yang fleksibel membuat lembaga kursus dan pelatihan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kemampuan kerja maupun membuka usaha mandiri. Pendidikan nonformal juga dianggap menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, pendidikan nonformal turut membentuk karakter masyarakat agar lebih disiplin, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Karena itu, pemerintah kota terus mendukung penguatan mutu lembaga kursus dan pelatihan sebagai bagian dari pembangunan daerah berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Fairid saat menanggapi pelantikan pengurus DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Kalimantan Tengah periode 2026–2031. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program inovatif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong lahirnya SDM unggul di Kota Palangka Raya. (Yd/Kalped)






















