Kaltengpedia – Palangka Raya – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Palangka Raya mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan dari daerah pemasok. Kondisi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat maupun pedagang karena memengaruhi aktivitas jual beli kebutuhan pokok sehari-hari.
Kenaikan harga cabai terjadi pada beberapa jenis, terutama cabai rawit dan cabai merah yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Pedagang menyebut keterlambatan distribusi serta berkurangnya pasokan dari luar daerah menjadi penyebab utama melonjaknya harga di pasaran.
Sejumlah pedagang di Pasar Besar Palangka Raya mengaku pasokan cabai yang biasanya datang rutin kini mulai berkurang. Akibatnya, harga jual mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding pekan sebelumnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi agar lonjakan harga tidak terus terjadi dan membebani ekonomi warga. Selain itu, kestabilan harga bahan pokok dinilai sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait disebut terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pangan di pasar guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman. Upaya koordinasi dengan distributor dan daerah pemasok juga terus dilakukan untuk mengatasi hambatan pasokan yang terjadi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang sangat memengaruhi inflasi daerah apabila mengalami kenaikan harga secara berkepanjangan. (Yd/Kalped)






















