Kaltengpedia – Palangka Raya – Upaya mewujudkan keselamatan lalu lintas tidak dapat dilepaskan dari kualitas infrastruktur jalan. Karena itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta seluruh pihak melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan kecelakaan di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut gubernur, masih banyak ruas jalan nasional maupun daerah yang berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat kondisi infrastruktur yang belum optimal. Beberapa permasalahan yang menjadi perhatian antara lain jalan rusak, kurangnya penerangan jalan, serta tingginya aktivitas kendaraan berat yang melintas di sejumlah koridor utama.
Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang dihadapi pemerintah daerah. Meskipun demikian, gubernur menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Untuk itu, ia meminta seluruh instansi terkait melakukan identifikasi secara detail terhadap lokasi rawan kecelakaan, kawasan dengan tingkat pelanggaran lalu lintas tinggi, serta jalur yang membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Langkah pemetaan tersebut sejalan dengan kegiatan Forum LLAJ yang sebelumnya juga telah memulai proses identifikasi lokasi rawan kecelakaan secara sistematis. Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.
Selain perbaikan infrastruktur, gubernur juga menekankan pentingnya integrasi antara pembangunan fisik dengan edukasi masyarakat dan penegakan hukum. Dengan pendekatan yang komprehensif, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Pemprov Kalteng berharap upaya pemetaan dan perbaikan infrastruktur keselamatan jalan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di Kalimantan Tengah (Yd/Kalped)






















