Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menekan angka putus sekolah melalui berbagai program bantuan pendidikan yang menyasar siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari Program Pendidikan 2026 yang dijalankan pemerintah daerah.
Bantuan pendidikan diberikan sebagai bentuk dukungan agar peserta didik dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala masalah biaya. Program ini dinilai sangat penting mengingat masih terdapat sebagian masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan yang diperlukan agar seluruh anak di Kalimantan Tengah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.
Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk melanjutkan studi dan meningkatkan kompetensinya.
Program bantuan pendidikan ini tidak hanya membantu siswa bertahan di bangku sekolah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi pembangunan daerah. Dengan semakin banyak generasi muda yang mengenyam pendidikan tinggi, Kalimantan Tengah diyakini akan memiliki daya saing yang semakin kuat di masa mendatang. (Yd/Kalped)





















