Kaltengpedia – Palangka Raya – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom, memberikan penjelasan terkait polemik proyek jalur sepeda berwarna biru yang belakangan menjadi sorotan masyarakat dan mahasiswa. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Menurut Juni Gultom, pekerjaan pengecatan jalur sepeda saat ini belum dapat dikategorikan sebagai proyek gagal karena masih berada dalam tahap pelaksanaan dan penyempurnaan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, pihaknya menemukan beberapa ketidaksesuaian teknis yang perlu diperbaiki agar hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah dalam menerima hasil pekerjaan yang belum memenuhi spesifikasi. Bahkan hingga saat ini, belum ada pembayaran yang dilakukan terhadap pekerjaan yang dinilai belum sesuai ketentuan. Dengan demikian, masih terdapat ruang bagi pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan sebelum proyek dinyatakan selesai sepenuhnya.
Juni menjelaskan, sejak awal Dinas PUPR berkomitmen menjaga kualitas setiap proyek infrastruktur yang dikerjakan. Oleh karena itu, ketika ditemukan kekurangan di lapangan, pihaknya langsung mengambil langkah evaluasi guna memastikan kualitas pekerjaan dapat memenuhi harapan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai kritik dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan proyek ke depan. Pemerintah, kata dia, tidak menutup diri terhadap kritik yang bersifat konstruktif karena hal tersebut penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui evaluasi yang sedang berjalan, Dinas PUPR Kalteng berharap persoalan jalur sepeda dapat segera diselesaikan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kota Palangka Raya. (Yd/Kalped)






















