Pemprov Kalteng Dorong Dunia Usaha Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Dok : MMC Kalteng

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya, Jumat (10/7). Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Edy Pratowo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Musprov VIII KADIN Kalteng. Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah serta kekayaan budaya yang dapat menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur menilai Musprov merupakan forum penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperkuat dunia usaha sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Tema yang diusung, “Sinergi Dunia Usaha untuk Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera”, diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui program dan kolaborasi yang mampu mengoptimalkan potensi daerah secara berkeadilan dan berkesinambungan.

Ia juga menegaskan bahwa arah pembangunan daerah sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mengedepankan falsafah Huma Betang sebagai landasan membangun kebersamaan. Dalam kesempatan tersebut, Edy mengajak KADIN untuk terus melahirkan pelaku usaha yang tangguh, produktif, inovatif, dan memiliki daya saing sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, pemerintah daerah mengajak dunia usaha mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta berbagai program strategis lainnya. Sinergi pemerintah dan sektor usaha dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, menyampaikan bahwa KADIN memiliki tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif. Menurutnya, meski Kalimantan Tengah mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen pada 2025, peningkatan tersebut perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas serta penurunan tingkat kemiskinan.

KADIN Indonesia juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas unggulan, mulai dari kelapa sawit, hasil hutan, hingga sektor pertambangan dan mineral, agar Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah. Selain itu, organisasi tersebut memperkenalkan peta potensi investasi yang lebih beragam, termasuk sektor agroindustri dan perdagangan karbon, sebagai upaya menarik investasi dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dan kearifan lokal.

Melalui Musprov VIII ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat sektor UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait