72 Ribu Kasus ISPA Menghantui Kalteng, Palangka Raya Tertinggi di Tengah Karhutla

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian di tengah musim kemarau dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah hingga pekan ketiga Agustus 2026, tercatat sebanyak 72.431 kasus ISPA di seluruh kabupaten/kota di Kalteng.

Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 16.166 kasus. Selanjutnya Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 12.467 kasus, Kotawaringin Timur 7.982 kasus, dan Kapuas 7.910 kasus. Sementara jumlah terendah tercatat di Kabupaten Sukamara dengan 557 kasus.

Pelaksana Harian Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalteng, Yaesarwawan, menyebut musim kemarau yang disertai kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, khususnya ISPA.

Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian. Pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 07.51 WIB, indeks kualitas udara Palangka Raya tercatat mencapai 128 AQI, yang masuk kategori tidak sehat.

Dinkes Kalteng mengingatkan sejumlah kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, penderita asma dan PPOK, serta masyarakat dengan penyakit jantung dan hipertensi, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap.

Paparan asap pada balita bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan yang lebih serius, termasuk pneumonia. Sementara pada lansia dengan penyakit penyerta, kondisi tersebut dapat memicu sesak napas maupun kekambuhan penyakit.

Meski jumlah kasus ISPA telah mencapai puluhan ribu, hingga kini belum terdapat laporan kematian yang dapat dipastikan sebagai dampak langsung musim kemarau maupun karhutla.

Namun, Dinkes mengingatkan potensi penambahan kasus masih terbuka selama cuaca kering dan kualitas udara buruk terus berlangsung.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan pelindung pernapasan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

Pos terkait