kaltengpedia.com – Pangkalan Bun – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus mendapat penanganan serius. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung meninjau lokasi Karhutla di Gang Ir. Wisman RT 26, Jalan Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Rabu.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pemerintah terhadap peningkatan kejadian dan luasan lahan terbakar di wilayah Kobar. Agustiar mengatakan, pemerintah perlu melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dapat segera dipenuhi.
“Kunjungan hari ini dalam rangka kita meninjau lokasi Karhutla yang terjadi di kabupaten-kabupaten kita, salah satunya di Kotawaringin Barat saat ini,” kata Agustiar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar, sepanjang Januari hingga 25 Agustus 2026 tercatat 232 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.059,498 hektare.
Peningkatan signifikan terjadi sejak Juli hingga Agustus. Pada Juli 2026 tercatat 62 kejadian dengan luas lahan terbakar 110,24 hektare. Sementara hingga 25 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah kejadian meningkat menjadi 122 kasus dengan luas lahan terbakar mencapai 850,95 hektare.
Sebagian besar lahan yang terdampak berada di kawasan gambut. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas karena titik api sulit dijangkau dan ketersediaan sumber air di lapangan semakin terbatas.
Kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan menyebabkan debit air di sejumlah parit dan drainase mulai surut. Kondisi ini turut menyulitkan proses pemadaman dan pendinginan lahan.
Sebelum meninjau lokasi, Agustiar bersama Kapolda Kalteng mendatangi Posko Induk Karhutla Kobar di Kantor BPBD Kobar. Dalam koordinasi tersebut, pemerintah daerah menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk memperkuat penanganan Karhutla.
Salah satu dukungan yang dibutuhkan adalah water bombing. Agustiar memastikan dukungan tersebut akan segera dikerahkan ke wilayah Kobar.
“Hasil dari koordinasi tersebut, saat ini dukungan yang dibutuhkan yaitu water bombing, dan insyaallah besok itu kita terjunkan ke wilayah Kobar,” ujarnya.
Selain memastikan dukungan operasi pemadaman, Agustiar juga menyerahkan susu dan vitamin kepada petugas yang bertugas di lapangan. Menurutnya, kesehatan personel menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan efektif.
“Karena kalau petugas kita sehat, saya yakin penanganan di lapangan akan terkendali dengan baik,” tegasnya.
Agustiar juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia mengingatkan, peningkatan jumlah Karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pihak terkait terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.





















