2.110 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Karhutla Capai 55 Kejadian

Dok. Antara

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali meningkat. Hingga Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 2.110 titik panas (hotspot) dan 55 kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalteng.

Data tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK). Pemerintah terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan perkembangan titik panas dipantau secara real-time. Tim gabungan juga terus berkoordinasi untuk mempercepat respons ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Secara keseluruhan, luas area yang terdampak karhutla telah mencapai 121,23 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi membutuhkan deteksi dan respons sejak dini.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 542 titik panas dan 13 kejadian karhutla dengan luas terdampak 24,91 hektare.

Berikutnya Kabupaten Kapuas mencatat 449 titik panas dan tujuh kejadian dengan luas terdampak 16 hektare. Sementara Kota Palangka Raya tercatat memiliki 272 titik panas dan empat kejadian dengan luas terdampak 0,83 hektare.

Sejumlah daerah lain seperti Katingan, Seruyan, Pulang Pisau hingga Sukamara juga menunjukkan peningkatan titik panas.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah karhutla semakin meluas.

 

Pos terkait