Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 3.734 Warga Kalteng Terserang ISPA

Dok. Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Memburuknya kualitas udara tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga mulai berdampak pada kondisi kesehatan.

Sebanyak 3.734 warga di Kalimantan Tengah dilaporkan terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

Angka tersebut menjadi perhatian karena ISPA merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat muncul ketika masyarakat terpapar polusi udara, termasuk asap kebakaran. Keluhan seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gangguan pernapasan dapat muncul pada masyarakat yang rentan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat 2.052 kasus ISPA pada periode 7–11 Agustus 2026 di 14 kabupaten/kota. Pada 11 Agustus saja tercatat 600 kasus baru dan sembilan pasien harus menjalani perawatan inap.

Palangka Raya dan sejumlah wilayah lain turut merasakan dampak memburuknya kondisi udara. Di Palangka Raya, Puskesmas Bukit Hindu bahkan mencatat 257 kasus ISPA sepanjang 1–18 Agustus, meningkat dibandingkan 192 kasus pada Juli.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kabut asap. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika asap semakin pekat. Penggunaan masker juga penting, terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.

Persoalannya kini bukan sekadar seberapa luas karhutla terjadi, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat Kalteng.

 

Pos terkait