Karhutla Kalteng Meningkat, 5 Helikopter Disiagakan untuk Water Bombing

Dok. Isitmewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan kekuatan udara.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Kalteng. Berdasarkan data per 25 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 2.110 titik panas dan 55 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 121,23 hektare.

Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menyebut personel gabungan bersama armada darat dan udara telah ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.

Tidak hanya mengandalkan pasukan di darat, pemerintah juga mengerahkan lima unit helikopter dan satu unit pesawat OMC/patroli.

Armada udara tersebut digunakan untuk melakukan pengawasan sekaligus mendukung operasi water bombing, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemadaman sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.

Wilayah Kotawaringin Timur menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena mencatat 542 titik panas dan 13 kejadian karhutla. Kabupaten Kapuas menyusul dengan 449 titik panas dan tujuh kejadian, sedangkan Palangka Raya tercatat 272 titik panas dan empat kejadian.

Pemerintah memastikan pemantauan terhadap titik panas terus dilakukan melalui sistem real-time dan koordinasi bersama satuan tugas di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta ikut membantu dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.

 

Pos terkait