kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun sumur bor di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.
Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya untuk memastikan ketersediaan sumber air, khususnya di kawasan yang rawan karhutla.
“Salah satunya adalah pembangunan sumur bor di wilayah rawan karhutla, yakni di Kelurahan Marang, Kota Palangka Raya,” kata Agustan di Palangka Raya, Selasa.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap darurat sekaligus upaya memperkuat sumber air untuk mendukung proses pemadaman ketika kebakaran terjadi, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut.
Pelaksanaan pembangunan melibatkan sejumlah unsur lintas sektor. Selain Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan, kegiatan tersebut turut didukung personel Polri, TNI, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Kota Palangka Raya, serta masyarakat setempat.
“Di lapangan pengerjaan sumur bor dilakukan dengan dukungan alat berat ekskavator untuk membuka akses,” jelasnya.
Setelah akses terbuka, petugas gabungan bersama masyarakat menyiapkan mesin pompa air dan memasang jaringan pipa sumur bor secara manual.
Agustan menegaskan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, kolaborasi antara pemerintah, aparat, instansi terkait dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla.
“Keberadaan sumur bor diharap mampu mempercepat respons tim Satgas Karhutla bersama masyarakat ketika muncul titik api,” ujarnya.
Selain mendukung pemadaman, ketersediaan sumber air tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan kelembapan lahan gambut sehingga potensi kebakaran meluas dapat ditekan.
Seluruh kegiatan penanganan tersebut berada di bawah komando jajaran pimpinan Polda Kalimantan Tengah.
Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah per 7 September 2026, tercatat sebanyak 2.698 kejadian karhutla dengan total luasan terbakar mencapai 8.139,12 hektare.
Angka tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap penguatan sumber air dan respons cepat di wilayah rawan kebakaran masih menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.





















