kaltengpedia.com – Pulang Pisau – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau Posko Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Pulang Pisau untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran perangkat daerah terkait. Rombongan meninjau fasilitas posko, memeriksa kesiapan peralatan pemadaman, serta berdialog dengan petugas yang bertugas di lapangan mengenai kondisi terkini dan langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan karhutla harus mengedepankan langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. Menurutnya, deteksi dini, patroli rutin, pemantauan titik rawan, dan respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar terus menjaga koordinasi dan kesiapsiagaan selama musim kemarau. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, perusahaan, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah.
Selain memastikan kesiapan personel, Gubernur menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Sosialisasi secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran di wilayahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah-langkah mitigasi melalui pemantauan hotspot, patroli terpadu, kesiapan sarana prasarana, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, dan meminimalkan dampak ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kunjungan ke Posko Karhutla Pulang Pisau, Gubernur berharap seluruh unsur yang terlibat dapat mempertahankan kesiapsiagaan hingga berakhirnya musim kemarau. Dengan koordinasi yang baik dan respons yang cepat, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah diharapkan berjalan lebih efektif sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.





















