kaltengpedia.com – Rencana pelaksanaan MASBUP Open Grasstrack Championship 2026 di Kabupaten Sukamara akhirnya ditunda. Keputusan tersebut diambil di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Sukamara.
Sebelumnya, ajang otomotif tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, di Sirkuit Grasstrack “Padang Prafat”, Natai Sedawak, Sukamara.
Event yang direncanakan mempertemukan pembalap grasstrack dari berbagai daerah itu juga menawarkan hadiah puluhan juta rupiah, trofi, penghargaan juara umum hingga doorprize bagi penonton.
Namun, kondisi karhutla membuat agenda tersebut akhirnya harus ditunda.
Dalam pengumuman yang beredar, penyelenggara menyampaikan keputusan penundaan dilakukan sehubungan dengan kondisi karhutla di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukamara.
“Demi menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, pelaksanaan Open Grasstrack & Bupati Cup 2026 untuk sementara DITUNDA,” demikian pengumuman panitia.
Penyelenggara juga mengimbau peserta dan masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan selanjutnya.
Keputusan penundaan ini sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan keselamatan menjadi pertimbangan penting dalam pelaksanaan kegiatan yang berpotensi menghadirkan konsentrasi massa di tengah situasi kebencanaan.
Sebelumnya, rencana penyelenggaraan event tersebut menjadi perhatian karena Kalimantan Tengah masih berada dalam status tanggap darurat bencana akibat ancaman karhutla.
Pertanyaan yang muncul bukan semata mengenai boleh atau tidaknya kegiatan hiburan digelar, melainkan sejauh mana risiko kesehatan dan keselamatan peserta maupun masyarakat telah diperhitungkan.
Apalagi, kondisi kualitas udara akibat karhutla dapat berubah dengan cepat. Jika kabut asap kembali memburuk, konsentrasi massa dan aktivitas kendaraan bermotor di ruang terbuka berpotensi menimbulkan persoalan tambahan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap.
Penundaan Open Grasstrack & Bupati Cup 2026 karena alasan kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi langkah yang patut dicermati, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi kebencanaan memiliki dampak langsung terhadap agenda publik di daerah.
Kini, perhatian berikutnya berada pada penentuan jadwal baru.
Apakah event tersebut nantinya akan kembali digelar setelah kondisi karhutla dan kualitas udara dinyatakan lebih aman? Sejauh mana koordinasi pemerintah daerah, penyelenggara dan instansi terkait dilakukan sebelum jadwal baru ditetapkan?
Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa ketika kegiatan kembali dilaksanakan, aspek keselamatan tidak hanya menjadi alasan penundaan, tetapi juga menjadi bagian utama dari perencanaan dan mitigasi kegiatan.





















