Kenaikan BBM Picu Harga Material Naik, DPUPR Barsel Lakukan Survei Ulang

Dok : Antara Kalteng News

Kaltengpedia – Barito Selatan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barito Selatan melakukan survei harga satuan material bangunan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada biaya bahan konstruksi di wilayah setempat.

Sekretaris DPUPR Barito Selatan, Hawinu mengatakan, survei tersebut dilakukan guna menyesuaikan harga satuan bahan bangunan dalam basic price atau harga dasar yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Survei ini dilakukan karena adanya kenaikan harga bahan bangunan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak,” ujarnya di Buntok, Selasa.

Ia menjelaskan, basic price merupakan acuan harga dasar material, upah kerja dan peralatan yang digunakan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan proyek pemerintah. Harga tersebut diterbitkan secara berkala dan disesuaikan dengan kondisi pasar terkini.

Menurut Hawinu, survei harga satuan biasanya dilakukan setiap semester. Namun, akibat adanya lonjakan harga material bangunan, DPUPR kembali melakukan survei untuk mengetahui besaran kenaikan harga di lapangan. Hasil survei nantinya akan menjadi dasar penyesuaian harga material untuk berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Barito Selatan.

Selain melakukan survei harga material, DPUPR Barito Selatan juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pembangunan fisik berupa infrastruktur jalan dan jembatan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran belanja modal pada kas daerah.

Kondisi tersebut, lanjut Hawinu, berdasarkan informasi dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan telah disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD beberapa waktu lalu.

Akibat belum tersedianya anggaran yang cukup, DPUPR Barito Selatan juga masih menunda proses tender sejumlah pekerjaan proyek tahun anggaran 2026 guna menghindari kendala pencairan uang muka pekerjaan di kemudian hari. (Yd/Kalped)

Pos terkait