KNPI Kalteng Dituding Tak Transparan, Alfian Mawardi: Jangan Cari Sensasi, Buka Data Saja

Dok : Instagram/kaltengpedia

kaltengpedia.com – Ketua DPD KNPI Kalimantan Tengah, Muhammad Alfian Mawardi, akhirnya angkat suara menanggapi kritik yang dilontarkan terhadap pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (RAPIMPURNAS) KNPI 2025 yang digelar di Palangka Raya, Kalteng. Kritik tersebut datang dari Ramadhan Reubun, Pengurus DPP KNPI Bidang Kebijakan Publik, yang juga merupakan bagian dari Panitia Nasional kegiatan tersebut.

Ramadhan sebelumnya menyebut adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran RAPIMPURNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia bahkan menyebut ada “bau busuk” dalam pengelolaan acara dan mendesak Ketua Panitia Lokal, yakni Ketua DPD KNPI Kalteng, untuk segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan secara terbuka.

“Saya sendiri sebagai panitia nasional melihat banyak kejanggalan. Terasa ada bau busuk dalam pengelolaan acara ini. Banyak panitia yang menyampaikan keluhan kepada saya,” kata Ramadhan, seperti dikutip dari media daring pada 6 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Merespons hal itu, Muhammad Alfian Mawardi menyampaikan klarifikasi melalui unggahan resmi di akun Instagram @kaltengpedia pada 7 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa DPD KNPI Kalteng hanya bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan berskala nasional tersebut.

“Perlu saya luruskan: DPD KNPI Kalimantan Tengah hanya bertindak sebagai tuan rumah. Kami hanya memfasilitasi kebutuhan lokal seperti akomodasi hotel, transportasi lokal, konsumsi, dan pelaksanaan acara selama di Palangka Raya. Selebihnya adalah domain Panitia Nasional,” jelas Alfian.

Lebih lanjut, Alfian juga membantah tudingan yang menyebut adanya ketidaktransparanan, serta menegaskan komitmennya terhadap integritas dalam menjalankan organisasi.

“Saya punya prinsip–tidak pernah sekalipun makan dari uang organisasi. KNPI bukan tempat cari untung, tapi tempat membangun integritas dan pengabdian. Kalau mau bicara soal transparansi, mari buka data, bukan buka fitnah,” tandasnya.

Ia juga mengajak pihak-pihak yang memiliki pertanyaan atau keraguan untuk datang langsung, bukan sekadar menyebar isu tanpa dasar dari kejauhan. “Kalau ada yang bertanya, ‘Apakah acara ini transparan?’ – datang saja langsung, jangan cuma menebar isu dari kejauhan,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DPP KNPI terkait tindak lanjut atas tudingan maupun klarifikasi ini. Dinamika ini masih akan terus berkembang, dan publik menantikan langkah transparan dari seluruh pihak panitia, baik lokal maupun nasional, demi menjaga marwah organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.

Pos terkait