kaltengpedia.com – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) Aprae Vico Ranan mengatakan sebanyak 15 guru dari SMP Negeri di kota setempat lulus Sertifikasi Google Certified Educator Level 1.
“Semuanya merupakan guru di SMPN 6 Palangka Raya. Mulai saat ini belasan guru itu mendapatkan pengakuan resmi dari Google for Education atas kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran,” kata Vico di Palangka Raya, Kamis.
Dia menerangkan Google Certified Educator Level merupakan sertifikasi yang diberikan kepada pendidik yang telah menguasai penggunaan alat-alat digital Google.
Alat-alat itu seperti pengelolaan kelas melalui Google Classroom, pemanfaatan Google Drive, Docs, Slides, dan Sheets, pembuatan kuis dan survei menggunakan Google Forms. Selain itu juga ada pengaturan jadwal pembelajaran via Google Calendar dan kolaborasi daring melalui berbagai platform Google.
“Banyak manfaatnya. Ujian sertifikasi dilakukan secara daring selama 180 menit, dengan kombinasi soal pilihan ganda, mencocokkan pasangan, hingga studi kasus yang menilai penguasaan aplikasi Google dalam konteks pembelajaran,” ungkapnya.
Status ini akan membuka berbagai peluang baru, seperti akses pelatihan dan teknologi pembelajaran terbaru, Kerja sama dan kolaborasi dengan sekolah rujukan lainnya, lalu perluasan penggunaan sistem pembelajaran digital di seluruh kelas.
Ia menekankan, pihak sekolah juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong lebih banyak guru mengikuti pelatihan lanjutan, seperti Google Certified Educator Level 2 dan bahkan Google Certified Trainer, agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.
Dampak Positif Bagi Pembelajaran. Sertifikasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Seiring kemampuan guru mengelola kelas digital, menerapkan metode blended learning, serta melaksanakan penilaian daring, siswa akan merasakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan era digital.
“Ini bukan sekadar penguasaan teknologi, tapi bentuk nyata dari peningkatan kualitas layanan pendidikan,” kata Vico






















