kaltengpedia.com – Persaingan memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, memasuki tahapan penting. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barsel telah menetapkan tiga nama yang dinyatakan lolos asesmen sebagai calon Sekda.
Ketiga nama tersebut yakni Dr. Ita Minarni, S.T., M.T., Dr. Manat Simanjuntak, S.Pd., S.H., M.Pd., dan H. Akhmad Akmal Husaen, S.STP., M.A.
Ketiganya memiliki latar belakang birokrasi yang berbeda. Ita Minarni dikenal melalui pengalaman panjang di bidang infrastruktur dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barsel sekaligus Penjabat (Pj) Sekda.
Sementara Manat Simanjuntak memiliki rekam jejak panjang di bidang pendidikan serta kebudayaan. Adapun Akhmad Akmal Husaen memiliki pengalaman kuat dalam pengelolaan keuangan daerah, pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Ita Minarni: PUPR hingga Pj Sekda
Dr. Ita Minarni merupakan pejabat perempuan kelahiran Bengkulu, 12 Agustus 1979. Ia pertama kali dipercaya menjadi Kepala Dinas PUPR Barsel pada 4 Januari 2019 dan masih menduduki jabatan tersebut hingga sekarang.
Pada 6 Agustus 2025, Ita juga dilantik sebagai Pj Sekda Barsel.
Dari sisi pendidikan, Ita merupakan lulusan S1 dan S2 bidang teknik serta menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Pertanian di Universitas Lambung Mangkurat. Ia mulai berkarier sebagai CPNS pada 2008 dan menjadi PNS pada 2009.
Selama memimpin Dinas PUPR Barsel, Ita mencatat sejumlah capaian. Salah satunya laporan hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dengan kategori B.
Ia juga tercatat sebagai inovator bidang sumber daya air melalui inovasi optimalisasi pembangunan perkuatan tebing penahan tanah longsor berbasis teknologi crane di bantaran Sungai Barito.
Di bidang jasa konstruksi, Ita mengembangkan inovasi peningkatan kompetensi konstruksi bangunan sipil sederhana desa.
Dalam pengembangan layanan informasi pembangunan berbasis digital Building Information Modeling (BIM), Ita juga meraih Juara I.
Di bawah kepemimpinannya, Dinas PUPR Barsel turut dinobatkan sebagai Terbaik I dalam kategori kepatuhan pajak, baik dari sisi setoran maupun pelaporan.
Pengalaman sebagai Pj Sekda menjadi nilai tambah tersendiri karena Ita telah memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan daerah.
Manat Simanjuntak: Pendidikan hingga Panggung Internasional
Kandidat kedua adalah Dr. Manat Simanjuntak. Pria kelahiran Simalungun, 19 Juli 1971, merupakan birokrat yang memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata dan kebudayaan.
Manat pertama kali menjabat kepala dinas di Barsel sebagai Kepala Dinas Pendidikan pada April 2018. Pada 2019, ia kemudian dipercaya memimpin Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan hingga 2025.
Pada Oktober 2025, Manat kembali dipercaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Barsel hingga sekarang.
Ia mulai menjadi CPNS pada 1997 dan PNS pada 1998. Dari sisi akademik, Manat merupakan lulusan S1, S2 dan S3 Ilmu Pendidikan. Ia juga menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum.
Rekam jejak Manat tidak hanya terlihat dalam birokrasi. Di bidang seni dan budaya, ia berhasil membawa nama Barsel ke tingkat internasional.
Pada 2024, delegasi seni budaya Barsel meraih medali emas atau Gold Medal “Golden Orpheus” dalam ajang 14th World Championship “World Folk” di Bulgaria.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika delegasi Barsel meraih posisi runner-up dalam ajang di India.
Atas kiprahnya di bidang seni budaya, Manat juga mendapatkan gelar kehormatan “Maestro” dari penyelenggara internasional di Bulgaria atas perannya sebagai artistic director.
Pada 2025, ia kembali menerima penghargaan nasional atas penampilan dan pelestarian seni budaya Barsel dalam ajang APKASI Otonomi Expo.
Di bidang pendidikan, Manat menerima Anugerah Pendidikan Indonesia pada 2018 dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) atas peran dalam peningkatan kompetensi dan mutu guru di daerah.
Ia juga menginisiasi dan mengawal berbagai program pembinaan pelajar Barsel untuk berkompetisi di tingkat provinsi maupun nasional, termasuk Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dan seleksi Duta Bahasa.
Akhmad Akmal Husaen: Kuat di Keuangan dan Pemerintahan
Kandidat ketiga adalah H. Akhmad Akmal Husaen, birokrat kelahiran Barito Selatan, 23 Januari 1982.
Akmal memulai karier sebagai CPNS pada 2001 dan menjadi PNS pada 2003. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga memperoleh gelar Master of Arts (M.A).
Kariernya sebagai pejabat tinggi pratama dimulai ketika dipercaya menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Barsel pada 2019-2025.
Pada 2025, ia kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Barsel.
Pengalaman di BPKAD menjadi salah satu kekuatan Akmal. Ia memiliki pengalaman langsung dalam mengelola keuangan dan aset daerah.
Di bawah kepemimpinannya di BPKAD, Pemkab Barsel berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Akmal juga dipercaya menjalankan sejumlah tugas strategis, termasuk sebagai Perwira Upacara dalam HUT Barsel ke-66.
Pada Februari 2025, ia menerima penghargaan dari KPU Barsel atas komitmen dan kontribusi BPKAD dalam mendukung pelaksanaan Pemilu yang aman, jujur, adil dan kondusif.
Di luar pemerintahan, Akmal aktif dalam organisasi kepemudaan dan keagamaan. Ia pernah menjabat Ketua DPD KNPI Kabupaten Barsel periode 2022-2025 serta aktif sebagai Ketua PHBI Kabupaten Barsel.
Tiga Kandidat, Tiga Rekam Jejak
Lolosnya tiga kandidat tersebut membuat persaingan menuju kursi Sekda Barsel semakin menarik. Masing-masing memiliki modal pengalaman dan keunggulan yang berbeda.
Ita Minarni membawa pengalaman teknis pembangunan sekaligus pengalaman sebagai Pj Sekda. Manat Simanjuntak memiliki kekuatan pada sektor pendidikan, kebudayaan dan pengembangan sumber daya manusia. Sedangkan Akhmad Akmal Husaen memiliki pengalaman di bidang keuangan daerah, pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.
Siapa pun yang nantinya terpilih, posisi Sekda Barsel memiliki peran strategis dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif serta kebijakan kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, penentuan Sekda tidak sekadar soal jabatan, tetapi juga menyangkut kapasitas, integritas, pengalaman dan kemampuan membangun koordinasi lintas organisasi perangkat daerah untuk membawa Barsel bergerak lebih cepat.




















