Pertalite Antre, Pertamax Normal: Ada Apa dengan BBM di Palangka Raya?

Dok : MMC Kota Palangka Raya

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Antrean kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut terutama terlihat pada layanan BBM jenis Pertalite saat aktivitas dan kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan telah menindaklanjuti laporan mengenai antrean tersebut dengan melakukan pemantauan kondisi SPBU di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan antrean yang terpantau terutama terjadi pada pelayanan Pertalite. Sementara itu, pelayanan BBM jenis Pertamax dan Dexlite disebut berjalan normal tanpa antrean berarti.

Bacaan Lainnya

“Antrean yang terpantau terutama terjadi untuk produk Pertalite pada periode meningkatnya aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Sementara untuk Pertamax dan Dexlite, pelayanan berjalan normal. Pertamina terus memonitor kondisi SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Edi, Senin (17/8/2026).

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina juga melakukan pengaturan distribusi dari terminal BBM menuju SPBU berdasarkan kebutuhan dan kondisi operasional di lapangan.

Kapal tanker pembawa suplai BBM sebelumnya dijadwalkan bersandar pada Kamis (13/8/2026). Pasokan tersebut diarahkan untuk mendukung penyaluran Pertalite ke wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.

Pertamina menyatakan pemantauan terhadap kondisi stok dan pelayanan SPBU terus dilakukan. Pengaturan distribusi menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah meningkatnya aktivitas pembelian masyarakat.

Edi mengimbau masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pengisian berulang yang berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat pemerataan pelayanan bagi pengguna lainnya.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan penyaluran agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pengisian berulang agar pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih tertib dan merata,” katanya.

Pertamina juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan terkait pelayanan BBM maupun kondisi SPBU. Laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi selama 24 jam.

Di tengah munculnya antrean Pertalite, pemantauan pasokan dan pelayanan di tingkat SPBU menjadi penting untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pertamina berharap kondisi pelayanan dapat tetap terkendali sehingga antrean tidak meluas dan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.

Pos terkait