kaltengpedia.com – Palangka Raya – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu meningkatnya waktu tunggu masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengandalkan Pertalite sebagai bahan bakar utama.
Pantauan di beberapa SPBU menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga keluar area pengisian pada jam-jam tertentu. Pengendara memilih menunggu giliran agar dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan, sementara petugas SPBU tetap melayani pengisian dengan mengikuti prosedur yang berlaku.
Sejumlah warga mengaku antrean yang lebih panjang dari biasanya berdampak pada aktivitas harian, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi. Meski demikian, sebagian masyarakat memilih tetap mengantre sambil menunggu kondisi distribusi kembali normal.
Namun, Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan bahwa antrean tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama PT Pertamina Patra Niaga dan pengelola SPBU, stok maupun kuota BBM di Kota Palangka Raya dipastikan masih mencukupi.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menjelaskan, antrean dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan Pertalite setelah selisih harga dengan Pertamax semakin lebar, sehingga sebagian pengguna yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke BBM bersubsidi tersebut. Selain itu, pemadaman listrik bergilir juga turut memengaruhi operasional SPBU karena kemampuan genset yang dimiliki memiliki keterbatasan waktu operasional.
Untuk mengantisipasi penumpukan antrean, Pertamina telah melakukan penyesuaian pelayanan di Fuel Terminal Pulang Pisau dengan memajukan waktu distribusi BBM sehingga pasokan ke SPBU dapat tiba lebih cepat. Pemerintah Kota bersama Pertamina juga terus berkoordinasi dengan seluruh pengelola SPBU guna memastikan distribusi berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Masyarakat berharap pasokan Pertalite di Kota Palangka Raya dapat kembali stabil sehingga antrean di sejumlah SPBU berangsur berkurang. Selain itu, keterbukaan informasi mengenai kondisi distribusi dan ketersediaan stok dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dengan distribusi yang terjaga dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait, kebutuhan BBM masyarakat diharapkan tetap terpenuhi sehingga aktivitas ekonomi, transportasi, dan pelayanan publik di Kota Palangka Raya dapat berlangsung secara normal.





















