kaltengpedia.com – Isu kocok ulang atau reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Prabowo Subianto pada Senin (27/4) hari ini kian menguat. Sinyal itu diperkuat pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan M. Qodari yang menegaskan bahwa perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
“Semua itu prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari beliau,” ujar Qodari singkat.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah nama dari Kalimantan Tengah mulai diperbincangkan masuk dalam radar calon menteri. Meski belum ada konfirmasi resmi, figur-figur ini dinilai memiliki rekam jejak dan jejaring yang cukup kuat di tingkat nasional.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Sugianto Sabran. Dengan pengalaman dua periode memimpin Kalteng, ia dianggap memiliki kapasitas birokrasi dan politik yang matang, serta dikenal dekat dengan berbagai kekuatan nasional.
Kemudian ada Fahrizal Fitri, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga di Kementerian Kehutanan. Sosok ini dinilai memiliki kekuatan teknokratis dan pengalaman lintas institusi pemerintah pusat.
Nama lain yang mencuat adalah Andina Thresia Narang. Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Andina memiliki basis politik yang kuat serta akses langsung dalam dinamika legislasi nasional.
Dari kalangan organisasi, Aswin Usop juga disebut-sebut. Ia merupakan Ketua DPD Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalteng, yang dikenal aktif dalam isu-isu kebudayaan dan pembangunan sumber daya manusia Dayak.
Sementara itu, Erlin Hardi turut masuk dalam bursa. Dengan latar belakang birokrat dan pengalaman sebagai Penjabat Bupati Kapuas, ia dinilai memahami persoalan tata kelola pemerintahan daerah secara praktis.
Masuk Bursa, Tapi Masih Spekulatif
Meski nama-nama tersebut mulai ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada kepastian siapa saja yang akan masuk dalam jajaran kabinet hasil reshuffle. Tradisi politik di Indonesia menunjukkan bahwa keputusan akhir sering kali sangat dinamis dan bisa di luar prediksi publik.
Namun, jika benar ada perwakilan dari Kalimantan Tengah yang masuk kabinet, hal ini akan menjadi momentum penting bagi penguatan representasi daerah di tingkat nasional.
Akankah Tokoh Kalteng Tembus Kabinet?
Pertanyaan besarnya kini: apakah tokoh-tokoh Kalteng tersebut benar-benar akan dipanggil ke Istana?
Jawabannya masih menunggu keputusan langsung dari Presiden. Yang jelas, menguatnya nama-nama dari Kalteng dalam bursa menteri menunjukkan bahwa daerah ini mulai diperhitungkan dalam peta kekuasaan nasional.






















