Kaltengpedia – Gunungmas – Kepanikan masyarakat terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah titik pengisian BBM di wilayah Kuala Kurun, Senin (11/5/2026).
Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memadati dua SPBU dan agen pengisian BBM di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. Antrean bahkan disebut mengular hingga hampir satu kilometer dan membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama melambat.
Warga mengaku rela mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Sebagian masyarakat bahkan sudah datang sejak pagi hari untuk memastikan mendapat pasokan BBM di tengah isu kelangkaan yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
“Sepanjang saya ikut antre BBM, baru tahun ini paling panjang,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi.
Kondisi kepadatan kendaraan juga terjadi di kawasan Jalan Damang Sawang yang dipenuhi antrean kendaraan. Situasi tersebut diduga dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat serta kekhawatiran terhadap pasokan BBM yang memunculkan aksi panic buying.
Sementara itu, Pertamina memastikan stok BBM di Kalimantan Tengah masih dalam kondisi aman. Pertamina menyebut suplai BBM untuk wilayah Palangka Raya dan sekitarnya bahkan ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga mulai menindak dugaan penimbunan BBM yang diduga turut memperkeruh situasi distribusi. Polda Kalimantan Tengah dikabarkan telah mengamankan sembilan tersangka dalam sejumlah kasus dugaan penimbunan BBM di wilayah Kalteng.
Masyarakat berharap distribusi BBM dapat kembali normal sehingga antrean panjang tidak terus terjadi dan aktivitas warga tidak terganggu.






















