Kaltengpedia – Palangkaraya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim melalui pengembangan Program Kampung Iklim (Proklim) di tingkat kelurahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga dampak perubahan cuaca ekstrem.
“Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta dampak perubahan cuaca ekstrem,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis.
Ia menjelaskan, penguatan Proklim dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat, mulai dari penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, konservasi sumber air, hingga pengembangan ketahanan pangan keluarga.
Selain itu, pemerintah kota juga terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan komunitas lingkungan dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami juga melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelurahan untuk memperkuat kelembagaan serta administrasi Program Kampung Iklim,” katanya.
Menurut Untung, langkah tersebut dilakukan agar setiap kelurahan mampu menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terukur dan berkelanjutan.
“Salah satunya kami laksanakan melalui sosialisasi Proklim tingkat kelurahan yang dilaksanakan di Kelurahan Banturung,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi itu, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan Proklim di wilayah masing-masing.
Untung menilai perubahan iklim merupakan isu global yang berdampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
Dampak tersebut antara lain terlihat dari perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara, hingga meningkatnya potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan.
Ia menyebutkan, hingga tahun 2025 Kota Palangka Raya telah memiliki 29 lokasi Proklim dengan berbagai kategori, mulai dari pratama, madya hingga utama. Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah dua kali meraih penghargaan sebagai pembina Proklim pada tahun 2022 dan 2024.
“Ke depan masih diperlukan upaya peningkatan baik dari sisi jumlah maupun kualitas Proklim. Tidak hanya menambah lokasi baru, tetapi juga mendorong peningkatan kategori hingga mencapai tingkat lebih tinggi,” tutupnya.






















