Fairid Naparin Pimpin Rakor BBM, Pemkot dan Pertamina Sepakati Langkah Normalisasi Distribusi

Dok : Istimewa

Kaltengpedia – Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memimpin Rapat Koordinasi terkait kondisi distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya yang digelar di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Jumat malam (8/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, pihak PT Pertamina Patra Niaga, serta pimpinan SPBU se-Kota Palangka Raya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah bersama dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas pelayanan serta memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pertamina dan seluruh pihak terkait menyepakati sejumlah langkah strategis guna mempercepat normalisasi distribusi BBM. Langkah tersebut meliputi penguatan koordinasi distribusi harian, optimalisasi pengawasan penyaluran BBM di SPBU, percepatan suplai di sejumlah titik layanan, pengaturan antrean kendaraan di lapangan, serta penguatan komunikasi informasi kepada masyarakat terkait kondisi distribusi BBM.

Sebagai langkah pelayanan sementara, penggunaan barcode MyPertamina bagi kendaraan roda dua dihentikan sementara hingga kondisi kembali normal. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat, khususnya pengendara roda dua dan pengemudi ojek online agar pelayanan pengisian BBM dapat berlangsung lebih cepat. Sementara itu, kendaraan roda empat tetap menggunakan sistem barcode sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya juga mendorong penambahan suplai BBM di sejumlah SPBU, termasuk tambahan pasokan pada beberapa titik layanan, serta perpanjangan jam operasional SPBU hingga pukul 00.00 WIB. Bahkan, operasional 24 jam pada titik tertentu turut dipertimbangkan apabila antrean kendaraan masih tinggi.

Dalam arahannya, Fairid menyampaikan bahwa antrean panjang di sejumlah SPBU tidak hanya dipengaruhi tingginya permintaan BBM, tetapi juga perlunya percepatan pelayanan di lapangan agar distribusi berjalan lebih optimal dan masyarakat tetap terlayani dengan baik.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam memastikan distribusi BBM berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali di Kota Palangka Raya.

Pos terkait