Pemko Palangka Raya Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya melalui Wakil Wali Kota, Achmad Zaini menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara virtual di Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (9/2/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan membahas kondisi inflasi nasional serta langkah strategis pengendalian harga di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) Januari 2026 tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa kelompok pengeluaran mengalami kenaikan signifikan, di antaranya perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 11,93 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,55 persen.

Usai mengikuti rakor, Achmad Zaini mengakui adanya tren kenaikan inflasi tahunan di Kota Palangka Raya yang sejalan dengan kondisi mayoritas daerah di Indonesia.

Ia menyebut kenaikan harga emas perhiasan dan sektor listrik menjadi salah satu faktor dominan penyumbang inflasi di daerah.

“Salah satu komoditas yang memberikan andil cukup besar terhadap inflasi adalah emas. Dalam beberapa bulan terakhir, harganya terus melonjak secara global dan dampaknya terasa hingga ke daerah, termasuk di Palangka Raya,” ujarnya.

Selain itu, sektor listrik turut memberikan andil inflasi sebesar 1,49 persen. Namun Zaini menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kebijakan kenaikan tarif listrik terbaru, melainkan dipengaruhi pola konsumsi dan akumulasi dampak tahunan.

Meski demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan harga kebutuhan pokok di pasar lokal relatif terkendali. Berdasarkan laporan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sebagian besar harga pangan terpantau stabil bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan.

“Untuk komoditas cabai di Palangka Raya, harganya sangat stabil. Bahkan untuk cabai rawit dan cabai hijau, saat ini harganya justru turun,” tambah Zaini.

Kabar baik juga datang dari minyak goreng rakyat Minyakita yang kini kembali dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga.

Menurut Zaini, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus melakukan pemantauan rutin di lapangan guna memastikan distribusi barang berjalan lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin di lapangan guna memastikan rantai distribusi tetap lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (Yd/Kalped)

Pos terkait