Kaltengpedia – Palangka Raya – Kenaikan harga cabai di Kota Palangka Raya mulai dirasakan masyarakat dan pedagang di sejumlah pasar tradisional. Lonjakan harga tersebut dipicu terganggunya pasokan cabai dari daerah pemasok sehingga stok di pasaran mengalami penurunan.
Pedagang menyebut harga cabai rawit dan cabai merah terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Selain berkurangnya pasokan, faktor cuaca dan distribusi juga diduga memengaruhi kelancaran pengiriman bahan pangan ke Kota Palangka Raya.
Menurut para pedagang, kondisi tersebut membuat mereka kesulitan menjaga kestabilan harga karena stok yang tersedia terbatas sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Situasi ini juga berdampak pada omzet penjualan karena sebagian pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya cabai yang menjadi kebutuhan penting rumah tangga maupun pelaku usaha makanan.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait terus memantau perkembangan harga di pasar serta memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan. Koordinasi dengan distributor dan pemasok juga dilakukan guna mengurangi dampak kenaikan harga di tingkat konsumen.
Kenaikan harga cabai dinilai perlu diantisipasi lebih awal karena berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya. Oleh sebab itu, penguatan ketahanan pangan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat. (Yd/Kalped)






















