Jangan Asal Ikut Tren! OJK Kalteng Bentengi Mahasiswa dari Jerat Investasi Ilegal

Dok : Ilustrasi

Kaltengpedia – Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui pelaksanaan Sekolah Pasar Modal yang digelar di Universitas Darwan Ali (Unda) Sampit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencegah mahasiswa terjebak dalam praktik investasi ilegal maupun keputusan investasi yang hanya didasarkan pada tren semata.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Frimandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa investasi yang baik harus dilakukan berdasarkan pengetahuan, pemahaman yang memadai, serta perencanaan yang matang, bukan sekadar mengikuti arus atau ajakan pihak-pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak masyarakat yang terliterasi dan teredukasi mengenai pengelolaan keuangan yang baik, khususnya melalui investasi. Investasi bukan sembarang berinvestasi, bukan karena ikut-ikutan, tetapi investasi yang dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab berdasarkan pengetahuan yang memadai,” ujarnya saat kegiatan berlangsung di Sampit.

Menurut Frimandanu, perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat turut membuka berbagai peluang investasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan berupa maraknya penipuan keuangan berbasis digital dan tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

Karena itu, OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat agar mampu mengenali karakteristik investasi yang legal, memahami risiko yang ada, serta terhindar dari berbagai bentuk penawaran investasi yang merugikan.

“Semakin pesat digitalisasi, semakin marak pula penipuan berbasis digital, termasuk tawaran investasi ilegal. Kami ingin masyarakat, khususnya mahasiswa, lebih sadar dan memahami bagaimana berinvestasi secara benar, aman, dan bijak,” tegasnya.

Sekolah Pasar Modal yang diikuti ratusan mahasiswa Universitas Darwan Ali tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Universitas Darwan Ali.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar investasi, pengenalan pasar modal, manajemen risiko investasi, hingga cara mengenali dan menghindari investasi ilegal yang kerap menyasar generasi muda melalui berbagai platform digital.

Melalui program edukasi ini, OJK Kalimantan Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara sehat, memahami pentingnya investasi jangka panjang, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.

Dengan meningkatnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa, diharapkan lahir generasi investor muda yang tidak hanya aktif berinvestasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap risiko dan manfaat investasi, sehingga mampu berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait