Kaltengpedia – Palangka Raya – Pengembangan pertanian modern berbasis teknologi kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Saat meninjau Green House SPPG Polda Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran melihat langsung penerapan teknologi smart system yang menjadi tulang punggung pengelolaan tanaman hidroponik.
Melalui sistem tersebut, seluruh kebutuhan tanaman mulai dari pengaturan aliran air hingga pemberian nutrisi dapat dilakukan secara presisi. Teknologi ini memungkinkan tanaman tumbuh optimal dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dibanding metode konvensional.
Selain mengandalkan digitalisasi, Green House tersebut juga menerapkan konsep eco enzyme sebagai bagian dari pertanian ramah lingkungan. Sistem ini memanfaatkan bahan-bahan organik sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk maupun zat kimia sintetis yang berpotensi merusak lingkungan.
Gubernur menilai kombinasi antara smart system dan eco enzyme merupakan inovasi yang tepat untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantangan perubahan iklim, penerapan teknologi menjadi solusi penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
Menurutnya, teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi sektor pertanian masa depan. Oleh karena itu, Pemprov Kalteng akan terus mendorong berbagai inovasi yang mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Keberhasilan Green House SPPG Polda Kalteng diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani, pelaku usaha pertanian, hingga pemerintah daerah dalam mengembangkan model pertanian modern yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi. (Yd/Kalped)






















