Kaltengpedia.com – Pulang Pisau – Di saat ribuan pelajar bersiap menyambut tahun ajaran baru, harapan berbeda justru dirasakan Nur Anisa Indriyani, seorang remaja asal Desa Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terancam tidak terwujud karena keterbatasan ekonomi yang dialami keluarganya.
Nur Anisa mengaku memiliki semangat besar untuk tetap bersekolah. Ia ingin melanjutkan pendidikan, mengembangkan kemampuan, dan mengejar cita-cita agar kelak dapat membantu kedua orang tuanya. Namun, kondisi ekonomi keluarga menjadi hambatan yang belum mampu mereka atasi.
Dengan penuh harap, Nur Anisa menyampaikan permohonan kepada Gubernur Kalimantan Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah agar dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialaminya. Ia berharap memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sehingga tidak harus menghentikan langkahnya di bangku sekolah.
“Saya ingin sekolah dan melanjutkan pendidikan di SMK. Semoga ada jalan agar saya bisa terus belajar,” ungkap Nur Anisa.
Kisah Nur Anisa menjadi potret bahwa masih terdapat anak-anak yang menghadapi tantangan ekonomi untuk mengakses pendidikan. Di tengah berbagai upaya memperluas kesempatan belajar, persoalan biaya masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga.
Pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, dukungan dari pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, maupun masyarakat diharapkan dapat membantu anak-anak yang memiliki semangat belajar, tetapi terkendala kondisi ekonomi.
Harapan Nur Anisa sederhana, yakni dapat kembali mengenakan seragam sekolah, belajar bersama teman-temannya, dan melanjutkan perjalanan meraih cita-cita. Ia percaya pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarganya.
Kini, Nur Anisa hanya berharap ada uluran tangan yang dapat membuka kembali pintu pendidikan yang nyaris tertutup oleh keterbatasan ekonomi. Ia ingin membuktikan bahwa keadaan bukan alasan untuk menyerah, selama masih ada kesempatan untuk terus belajar.





















