ISPA Palangka Raya, 11 Puskesmas Siapkan Ruang Oksigen

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – ISPA Palangka Raya menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan fasilitas tersebut menjadi langkah antisipasi ketika kualitas udara menurun. Pemerintah juga mengantisipasi peningkatan gangguan pernapasan akibat paparan asap“Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik,” kata Riduan di Palangka Raya, Senin (7/9/2026).

Dinkes menyiapkan ruang oksigen di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Rakumpit, dan Tangkiling. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas serupa di sejumlah pusat kesehatan lainnya.Ruang oksigen tersebut dapat membantu memberikan penanganan awal kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan. Fasilitas ini menjadi semakin penting ketika kabut asap menurunkan kualitas udara.

Selain ruang oksigen, Dinkes Palangka Raya mengoptimalkan puskesmas pembantu (pustu). Fasilitas tersebut tersebar di 30 kelurahan.Langkah itu bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan. Warga dapat mendatangi fasilitas terdekat ketika mengalami keluhan pernapasan.“Kalau masyarakat mengalami batuk, pilek atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), kami mengimbau agar segera datang ke fasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah,” ujar Riduan.

Dinkes Kota Palangka Raya juga memantau perkembangan kasus ISPA setiap hari. Pemerintah menggunakan data tersebut untuk melihat perkembangan gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.Berdasarkan data harian Dinkes Kota Palangka Raya per 1 September 2026, tercatat 135 kasus ISPA yang berkaitan dengan bencana asap karhutla.Puskesmas Menteng mencatat kasus terbanyak dengan 26 kasus. Selanjutnya, Puskesmas Bukit Tunggal dan Puskesmas Pahandut masing-masing mencatat 23 kasus.

Puskesmas Bukit Hindu mencatat 20 kasus. Kemudian Marina Permai mencatat 14 kasus.Sementara itu, Puskesmas Jekan Raya dan Kalampangan masing-masing mencatat 10 kasus. Puskesmas Kereng Bangkirai mencatat delapan kasus.Puskesmas Panarung mencatat satu kasus. Dinkes terus memantau seluruh laporan tersebut untuk memastikan warga mendapat penanganan lebih cepat.Riduan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga sebaiknya segera mendatangi fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan.Pemerintah juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Langkah cepat dapat membantu mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Palangka Raya menghadapi dampak karhutla. Pemerintah tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.Dengan menyiapkan ruang oksigen dan memperkuat layanan di puskesmas serta pustu, pemerintah berharap penanganan ISPA Palangka Raya dapat berlangsung lebih cepat selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara.

Pos terkait