OMC Kalteng Terkendala Awan, 31 Ton Garam Siap Tebar

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – OMC Kalteng menghadapi kendala kondisi atmosfer. Pemerintah sudah menyiapkan 31 ton garam atau natrium klorida (NaCl) untuk mendukung operasi modifikasi cuaca dalam menghadapi ancaman karhutla.

Namun, minimnya pertumbuhan awan membuat operasi belum berjalan maksimal. Kondisi tersebut membuat pesawat tidak bisa melakukan penyemaian secara optimal.Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan ketersediaan bahan semai tidak otomatis menghasilkan hujan. Penyemaian membutuhkan awan dengan kondisi yang memenuhi syarat.“Persoalannya, banyaknya bahan semai tidak otomatis membuat hujan turun. Penyemaian awan hanya dapat dilakukan apabila terdapat pertumbuhan awan dengan kondisi yang memenuhi persyaratan,” kata Ahmad, Senin (7/9/2026).

Dalam pelaksanaan OMC terbaru, petugas sudah menebar 800 kilogram garam. Pesawat menjalankan penerbangan selama sekitar 2 jam 8 menit.Namun, penerbangan tersebut belum menghasilkan hujan. Pertumbuhan awan di atmosfer Kalteng masih sangat rendah.Menurut Ahmad, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan OMC tidak hanya bergantung pada jumlah garam dan kesiapan pesawat. Kondisi atmosfer menjadi faktor utama dalam menentukan waktu penyemaian.Tim juga mengandalkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Petugas akan menerbangkan pesawat ketika radar menunjukkan adanya awan yang berpotensi menjadi sasaran penyemaian.Jika BMKG menemukan pertumbuhan awan yang memenuhi syarat, tim dapat segera menjalankan penerbangan. Langkah tersebut bertujuan memaksimalkan peluang pembentukan hujan.

Upaya OMC Kalteng sebenarnya sudah berjalan pada tahap sebelumnya. Pada periode 16–30 Juni 2026, operasi mencatat 31 sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 63 jam 18 menit.Pada periode tersebut, tim menggunakan sekitar 31.000 kilogram atau 31 ton NaCl sebagai bahan semai.Pemerintah kembali memperkuat operasi tersebut karena ancaman karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. OMC menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

Selain menyiapkan bahan semai, BNPB juga memperkuat dukungan armada udara. Pemerintah menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.Tambahan armada tersebut dapat memperluas jangkauan operasi. Tim juga dapat merespons lebih cepat ketika kondisi atmosfer mendukung penyemaian.Pemerintah berharap hujan hasil OMC dapat membantu membasahi lahan gambut. Hujan juga dapat menurunkan suhu permukaan tanah dan membantu mencegah api meluas.

Meski demikian, pemerintah tidak dapat menjamin setiap penerbangan OMC menghasilkan hujan. Tim tetap membutuhkan pertumbuhan awan yang cukup sebagai sasaran penyemaian.Karena itu, pemantauan kondisi atmosfer menjadi bagian penting dalam pelaksanaan OMC Kalteng. Pemerintah terus menunggu kondisi awan yang sesuai agar bahan semai dapat digunakan secara maksimal.Upaya tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah menghadapi ancaman karhutla. Selain operasi udara, penanganan tetap membutuhkan patroli, pemadaman darat, serta pencegahan di wilayah rawan.

Pos terkait