Kabut Asap Picu Lonjakan Permintaan Oksigen Rumah Tangga di Kobar

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai berdampak pada meningkatnya permintaan oksigen medis untuk kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi normal, permintaan tabung oksigen kecil sekitar 20 tabung per pekan, namun kini meningkat menjadi sekitar 60 tabung per pekan. Kondisi tersebut dilaporkan pada Rabu, 23 September 2026.

Pemilik toko alat kesehatan Senjaya Medika, Ahmad S, mengatakan peningkatan paling terlihat pada tabung oksigen berkapasitas 1 meter kubik. Jika sebelumnya oksigen lebih banyak digunakan pasien dengan kebutuhan medis tertentu, kini masyarakat umum juga mulai membeli dan menyimpan tabung oksigen di rumah. Permintaan tabung berkapasitas 6 meter kubik juga meningkat dari sekitar 20 tabung per bulan menjadi 40-50 tabung per pekan.

Peningkatan permintaan juga datang dari sejumlah instansi, termasuk Dinas Kesehatan. Harga pengisian oksigen disebut sekitar Rp90 ribu untuk tabung 1 meter kubik dan Rp135 ribu untuk tabung 6 meter kubik. Pengisian dilakukan dengan sistem pre-order karena tabung harus dikirim untuk diisi di Sampit atau Banjarmasin dan umumnya baru kembali dua hari kemudian.

Lonjakan kebutuhan oksigen tersebut belum mencapai kondisi seperti saat pandemi COVID-19, namun menunjukkan adanya peningkatan permintaan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap di Kobar. Kondisi ini menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat seiring masih berlangsungnya penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Pos terkait