Apa Kabar Program Internet Lancar di Kalteng Rp 6,9 miliar ?

Dok : ilustrasi

kaltengpedia.com – Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah payung HUMA BETANG untuk mengatasi blank spot internet di pedalaman menunjukkan progres pesat. Hingga akhir Agustus 2025, sebanyak 308 titik Starlink telah aktif di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Kalteng.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyebut program ini telah menjangkau wilayah terpencil dengan skema hibah barang kepada Dinas Kominfo kabupaten/kota. “Kami ingin seluruh masyarakat Kalteng, termasuk di pelosok, bisa menikmati akses internet,” ujarnya.

Persebaran Blankspot dan Status Pemasangan

Berdasarkan data Pemprov, total 376 desa/kelurahan teridentifikasi blank spot dan menjadi sasaran program. Hingga akhir Agustus, 308 titik sudah aktif, sebagian sisanya masih tahap distribusi dan aktivasi.

Bacaan Lainnya

Tabel persebaran desa blank spot dan status pemasangan:

Kabupaten/Kota Blankspot (Desa/Kelurahan) Starlink Aktif (per Agustus 2025) Keterangan
Barito Selatan 27 ±20 Sudah sebagian aktif
Barito Timur 39 39 Seluruhnya aktif
Gunung Mas 50 ±35 Progres distribusi
Kapuas 35 ±25 Progres distribusi
Katingan 34 ±22 Progres distribusi
Palangka Raya (Kota) 11 1 (Bukit Sua) Showcase sudah aktif
Kotawaringin Barat 16 ±10 Progres distribusi
Kotawaringin Timur 14 ±8 Progres distribusi
Lamandau 45 ±30 Progres distribusi
Murung Raya 44 ±30 Progres distribusi
Pulang Pisau 6 ±4 Progres distribusi
Seruyan 55 ±34 Progres distribusi
Total 376 308 Target penuh 376 titik

 

Daerah yang Sudah Terpasang dan Showcase

Beberapa lokasi yang sudah terpasang dan menjadi contoh keberhasilan program:

  • Kelurahan Bukit Sua, Kecamatan Rakumpit, Palangka Raya – perangkat resmi diserahkan Gubernur akhir Mei 2025.

  • Kabupaten Barito Timur – 39 desa sudah terkoneksi penuh.

  • 50 desa awal Mei 2025 – terpasang bersamaan program APDAL ESDM.

Program ini tidak berhenti di 308 titik. Pemprov Kalteng menargetkan 2.700 titik Starlink terpasang di seluruh pelosok hingga akhir 2025.

Setelah sempat tertunda karena kuota terbatas, pendaftaran Starlink kembali dibuka pada 5 Agustus 2025. Kini seluruh kabupaten/kota di Kalteng dapat mengajukan pemasangan baru. Pemprov juga mengusulkan tambahan 500 perangkat Starlink melalui APBD Perubahan 2025 untuk sekolah dan posyandu.

Program ini menggunakan anggaran sekitar Rp 6,9 miliar dari APBD Perubahan 2025. Rata-rata biaya per titik diperkirakan Rp 18–20 juta, mencakup perangkat, distribusi, dan pelatihan.

Tantangan lapangan masih ada:

  • Akses jalan dan minim SDM operator di desa.

  • Regulasi kuota Starlink yang sempat membatasi distribusi.

  • Keberlanjutan biaya bulanan agar tidak membebani desa.

Program Starlink menjadi terobosan penting untuk mengurangi kesenjangan digital di pedalaman. Capaian 308 titik aktif menandai langkah nyata Pemprov Kalteng, namun pengawasan publik tetap diperlukan, terutama terkait transparansi anggaran dan keberlanjutan layanan.

Target ambisius 2.700 titik hingga akhir 2025 menunjukkan komitmen besar, tetapi eksekusi harus konsisten agar pemerataan akses internet di Kalteng bukan sekadar janji politik, melainkan kenyataan.

Pos terkait