Benarkah 70 % Gen Z Kalteng Gunakan Pinjol & Paylater untuk Gaya Hidup

kaltengpedia.com – Temuan Litbang Kaltengpedia menunjukkan 70 % generasi Z di Kalimantan Tengah menggunakan layanan pinjaman online (pinjol) dan paylater bukan untuk kebutuhan pokok, tetapi untuk gaya hidup dan pamer di media sosial.

Gaya hidup FOMO & YOLO: Menurut pengawasan OJK dan riset nasional, banyak Gen Z terdorong fitur paylater dalam e‑commerce dan aplikasi dompet digital untuk memenuhi impuls konsumtif—seperti membeli skincare, kopi kekinian, tiket konser, atau outfit keren untuk instagram/tiktok.

Budaya “cicil bahagia”: Fenomena ini menghubungkan utang dengan kepuasan sesaat, sering dimulai dari pembelian kecil dan berkembang menjadi beban finansial yang mengganggu kesehatan mental

Bacaan Lainnya

Pantauan media sosial: Di TikTok dan Instagram, ribuan unggahan Gen Z memperlihatkan gaya hidup glamor—liburan ke Banjarmasin, kopi artisanal, haul fashion—sering disertai_caption “dibayar nanti”_ atau #paylater, membentuk norma baru.

Riset Inventure 2024 (diwakili litbang lokal) menemukan 1 dari 3 Gen Z mengakses pinjol dalam 6 bulan terakhir, dengan 61 % untuk gadget, 35 % fashion, dan 23 % nongkrong/liburan.

Katadata-Kredivo 2024: 59 % pakai paylater untuk arus kas, 48 % untuk kebutuhan sehari-hari (makanan, pulsa), menandakan kebutuhan mendesak cepat berubah menjadi konsumtif.

Media Indonesia & Kompas: Secara nasional, 42 % Gen Z memakai pinjol untuk kebutuhan sehari-hari, 32 % lewat paylater, dan dominasi gaya hidup mencapai 54 % untuk perjalanan dan hiburan, serta 42 % fashion.

  • Sosial ekonomi lokal: Di Kalteng, biaya hidup naik dan banyak Gen Z tinggal terpapar tekanan sosial media dari keluarga urban atau kerabat perantau. Penggunaan pinjol/paylater jadi cara cepat “follow the trend” tanpa menunggu uang di tabungan.

  • Manajemen media daring: Muncul akun media yang mempromosikan “life on paylater”—menampilkan brand, destinasi, atau teknologi terkini sebagai gaya hidup di media sosial lokal.

  • Risiko finansial: Dengan cicilan yang menumpuk dari beberapa platform, Gen Z rawan masuk siklus utang, terkadang meminjam lagi hanya untuk menutup utang sebelumnya—dengan bunga dan denda yang cukup tinggi

Fenomena penggunaan pinjol dan paylater oleh 70 % Gen Z di Kalteng mencerminkan bahwa kebutuhan “tampil keren” dan mendapat validasi sosial kini seringkali mendahului kesehatan keuangan. Fenomena ini nyata bukan hanya hasil survei, tapi juga terlihat dari konten di media sosial lokal. Diperlukan sinergi edukasi, regulasi, dan budaya gaya hidup bijak, agar generasi muda bisa “kaya pengalaman” tanpa menanggung utang gaya hidup.

Pos terkait