kaltengpedia.com – Sejumlah warga dari Kabupaten Seruyan mendatangi Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah pada Jumat sore pukul 15.20 WIB, membawa satu harapan besar: bertemu langsung dengan Gubernur H. Agustiar Sabran untuk menyuarakan tuntutan keadilan atas penangkapan anak-anak mereka dalam kasus yang mereka nilai tidak adil.
Kedatangan mereka dipicu oleh penangkapan lima pemuda yang dituduh sebagai dalang aksi penjarahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan pengerusakan fasilitas milik PT Agro Karya Prima Lestari (AKPL) di Kabupaten Seruyan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng.
Namun, keluarga para tersangka membantah keras tuduhan tersebut. Salah satunya, Bu Rita, ibu dari salah satu tersangka, menyampaikan bahwa anak-anak mereka tidak seperti yang diberitakan.
“Anak kami tidak kabur ke Kalimantan Barat seperti yang dikatakan polisi. Mereka tidak berbuat rusuh. Mereka hanya memperjuangkan janji-janji yang dulu pernah disampaikan kepada masyarakat. Mereka bukan perusak, apalagi dalang dari penjarahan,” ujar Bu Rita kepada awak media, Jumst (13/6/2025).
Lebih jauh, keluarga merasa proses hukum tidak berjalan adil dan mulai kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum di daerah mereka.“Kami datang dari jauh, dari Kabupaten Seruyan, karena kami ingin bertemu Pak Gubernur. Kami ingin menyampaikan suara hati kami. Kami butuh perhatian beliau. Dimana lagi kami bisa mengadu? Kami rasa hukum di Kalteng tidak adil,” tegas Bu Rita saat tiba di Rumah Jabatan Gubernur.
Kedatangan mereka bukan untuk membuat keributan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar agar suara rakyat kecil dari pedesaan bisa didengar oleh pemimpin daerah tertinggi di Kalimantan Tengah. Mereka berharap Gubernur Agustiar Sabran bisa menerima mereka dan meninjau kembali kasus yang kini menjerat anak-anak mereka.“Kami hanya ingin bertemu Pak Gubernur, silaturahmi, dan menyampaikan harapan kami. Kami mohon dengan sangat,” tambah seorang warga lainnya.
Kini, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran membuka pintu dan menemui masyarakat Seruyan yang datang dengan harapan dan air mata?






















