Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Telusuri Penyebab Gangguan Kesehatan Puluhan Siswa di Seruyan

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Kuala Pembuang – Dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa dan guru usai mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan masih dalam proses penyelidikan oleh Dinas Kesehatan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta investigasi epidemiologi.

Berdasarkan informasi yang beredar, menu MBG yang didistribusikan pada hari kejadian merupakan porsi besar yang diperuntukkan bagi peserta didik mulai SD kelas 4 hingga SMA. Paket makanan tersebut terdiri atas nasi uduk, telur orek, tempe goreng, tumis kol dan wortel, serta buah naga merah.

Menu tersebut memiliki kandungan gizi sebesar 590,3 kilokalori energi, 20,5 gram protein, 15,5 gram lemak, 90 gram karbohidrat, dan 2,4 gram serat. Komposisi gizi tersebut dirancang untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi dan zat gizi peserta didik sesuai ketentuan Program Makan Bergizi Gratis.

Bacaan Lainnya

Dalam proses investigasi, petugas juga menelusuri distribusi makanan kepada seluruh penerima manfaat pada hari yang sama. Selain SMPN 1 Kuala Pembuang 1, makanan juga disalurkan ke SMAN 1 Kuala Pembuang 1, SDIT Qurrata A’yun, SDN 1 Kuala Pembuang 1, SDN 2 Kuala Pembuang 1, SDN 3 Kuala Pembuang 1, SDN 2 Persil Raya, serta kelompok penerima manfaat di Posyandu Anggrek, Posyandu Nusa Indah, Posyandu Sukun, dan Posyandu Karya Mulya.

Pihak Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang disajikan untuk dilakukan pengujian laboratorium. Selain itu, investigasi juga mencakup proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan guna memastikan apakah terdapat faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas pangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru disebabkan oleh menu MBG tersebut. Pemerintah Kabupaten Seruyan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menunggu hasil pemeriksaan resmi yang sedang dilakukan oleh tim kesehatan dan instansi terkait.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab kejadian sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar keamanan pangan, kualitas gizi, dan proses distribusi tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Pos terkait