Mitra SPPG Kalteng Dorong Percepatan Operasional Dapur MBG di Wilayah Terpencil

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Puruk Cahu – Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Kalimantan Tengah meminta percepatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terpencil. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam agenda dialog bersama para mitra SPPG dari wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang berlangsung di Jakarta.

Salah seorang investor SPPG dari Kabupaten Murung Raya, Supriadi, menjelaskan bahwa para mitra telah berkomitmen mendukung pelaksanaan Program MBG dengan membangun dapur SPPG di sejumlah wilayah terpencil di Kalimantan Tengah. Fasilitas tersebut telah selesai dibangun menggunakan dana investasi yang dikeluarkan para mitra sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di daerah pelosok. Namun hingga kini, dapur tersebut belum dapat beroperasi sehingga para investor masih menanggung biaya operasional dan pemeliharaan.

Dalam pertemuan tersebut, para mitra berharap proses administrasi dan tahapan operasional dapat dipercepat agar dapur MBG segera memberikan manfaat kepada masyarakat sasaran. Menurut mereka, percepatan operasional akan mendukung pemerataan layanan pemenuhan gizi sekaligus memastikan investasi yang telah dilakukan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung program nasional.

Bacaan Lainnya

Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi yang dihadapi para mitra di wilayah 3T. Ia menyatakan BGN akan melakukan evaluasi terhadap kesiapan operasional dapur MBG, termasuk berbagai aspek teknis dan administratif yang menjadi syarat pelaksanaan program. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh satuan pelayanan dapat beroperasi sesuai standar yang telah ditetapkan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya peserta didik, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai pihak dalam penyediaan bahan pangan dan operasional dapur. Kehadiran dapur MBG di wilayah terpencil diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara merata hingga ke daerah pelosok.

Melalui dialog tersebut, diharapkan koordinasi antara BGN dan para mitra SPPG semakin kuat sehingga percepatan operasional dapur MBG di Kalimantan Tengah dapat segera terwujud. Dengan demikian, layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat di wilayah terpencil dapat berjalan optimal sekaligus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Pos terkait