kaltengpedia.com – Palangka Raya – DPRD Kalimantan Tengah mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah sebagai upaya memperkuat kapasitas fiskal dan mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting agar daerah memiliki kemampuan yang lebih besar dalam membiayai program prioritas tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono, mengatakan penguatan fiskal harus menjadi perhatian bersama karena menjadi fondasi dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Menurutnya, peningkatan kemampuan fiskal tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran yang diterima, tetapi juga oleh efektivitas pemerintah dalam mengelola berbagai sumber pendapatan yang tersedia.
Ia menilai masih terdapat berbagai potensi yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di antaranya melalui pengelolaan aset daerah secara produktif serta peningkatan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD). Optimalisasi kedua sektor tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan daerah dan memperkuat struktur keuangan pemerintah daerah.
Selain peningkatan pendapatan, DPRD juga menekankan pentingnya penyusunan perencanaan anggaran yang matang dan realistis. Penetapan skala prioritas belanja dinilai perlu dilakukan agar pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan sesuai kemampuan fiskal daerah serta menghindari penumpukan kegiatan pada akhir tahun anggaran yang berpotensi mengurangi efektivitas pelaksanaan pembangunan.
Sudarsono menambahkan bahwa evaluasi terhadap pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan anggaran, hingga pengukuran hasil pembangunan. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekaligus memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
DPRD Kalimantan Tengah juga menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bahan penyempurnaan pengelolaan keuangan pada tahun-tahun berikutnya. Melalui optimalisasi pendapatan daerah, pengelolaan aset yang lebih produktif, penguatan kontribusi BUMD, serta perencanaan anggaran yang efektif, diharapkan kemampuan fiskal daerah semakin kuat sehingga pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berlangsung secara berkesinambungan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.





















