Duta Mall Palangka Raya: Wajah Baru Kota dan Karya Monumental Fairid Naparin

Dok : istimewa

kaltengpedia.com – Kota Palangka Raya kini memiliki ikon baru di jantung kotanya. Duta Mall Palangka Raya resmi dibuka dan menjadi simbol transformasi ekonomi sekaligus kemajuan tata kota di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin.

Pusat perbelanjaan modern yang berdiri megah di Jalan Adonis Samad itu menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam menghadirkan destinasi belanja, wisata, dan hiburan terlengkap di Kalimantan Tengah.

Rencana pembangunan Duta Mall pertama kali muncul pada 2019, saat Pemerintah Kota Palangka Raya di bawah kepemimpinan Fairid Naparin mengumumkan dukungan terhadap investasi ritel modern di wilayah setempat.

Bacaan Lainnya

Proyek tersebut digarap oleh PT Govindo Group, pengembang yang juga membangun jaringan Duta Mall di Banjarmasin dan Banjarbaru. Setelah seluruh izin lokasi dan analisis dampak lingkungan (AMDAL) terpenuhi, peletakan batu pertama dilakukan pada pertengahan 2020.

Selama proses konstruksi, Pemerintah Kota Palangka Raya secara rutin melakukan pemantauan dan rapat teknis bersama Dinas PUPR, DPMPTSP, serta manajemen pengembang. Fairid Naparin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap tata ruang dan pelibatan tenaga kerja lokal.

Dok : istimewa

Pada 3 Oktober 2025, Fairid Naparin secara resmi meresmikan soft opening Duta Mall Palangka Raya. Mall lima lantai itu menghadirkan sekitar 40 tenant nasional dan internasional dari berbagai sektor, termasuk kuliner, fashion, dan hiburan.

Dalam sambutannya, Fairid menyebut kehadiran Duta Mall sebagai momentum bersejarah bagi Kota Palangka Raya.

“Ini bukan hanya pusat belanja, tapi wajah baru kota yang menunjukkan bahwa Palangka Raya siap menjadi kota modern dan mandiri secara ekonomi,” ujar Fairid Naparin.

Duta Mall Palangka Raya dirancang sebagai pusat gaya hidup modern dengan konsep one stop shopping and leisure.
Mall ini menjadi rumah bagi sejumlah merek besar yang sebelumnya belum hadir di Kalteng, disertai fasilitas seperti bioskop, area kuliner, dan ruang publik terbuka yang ramah keluarga.

Wali Kota Fairid menyebut operasional Duta Mall sebagai alternatif wisata perkotaan bagi warga Palangka Raya dan sekitarnya.

“Kita tidak ingin warga Palangka Raya harus ke luar kota untuk berbelanja. Kini semua tersedia di sini,” ungkapnya.

Pemerintah Kota memperkirakan kehadiran Duta Mall dapat menyerap ratusan tenaga kerja lokal, baik di sektor konstruksi, perawatan, maupun operasional gerai.
Selain itu, Pemkot juga mendorong agar UMKM lokal dapat memperoleh ruang promosi di dalam area mall.

Menurut Fairid, keberadaan Duta Mall merupakan bentuk pemerataan pertumbuhan ekonomi dan daya saing lokal.

“Kita ingin setiap pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tenaga kerja dan pelaku UMKM harus mendapat tempat,” tegasnya.

Pemkot juga menyiapkan dukungan berupa penataan akses jalan, drainase, dan area parkir di sekitar kawasan mall. Upaya ini dilakukan agar keberadaan Duta Mall tidak menimbulkan kemacetan dan tetap ramah bagi lingkungan sekitar.

Duta Mall Palangka Raya menjadi salah satu karya monumental selama masa jabatan Wali Kota Fairid Naparin (2018–2025).
Selain proyek ini, Fairid juga dikenal melalui program Palangka Raya Smart City, pengembangan Ruang Terbuka Hijau Bundaran Besar, serta penataan kawasan wisata air Sungai Kahayan.

Kehadiran Duta Mall memperkuat visi Fairid menjadikan Palangka Raya sebagai kota modern, berdaya saing, dan berkarakter Kalimantan Tengah.

“Kita ingin Palangka Raya tidak hanya dikenal sebagai kota administrasi, tetapi juga kota ekonomi dan wisata,” ujarnya menutup peresmian.

Dengan hadirnya Duta Mall Palangka Raya, wajah ibu kota Kalimantan Tengah kini berubah semakin modern.
Pusat belanja ini bukan sekadar bangunan megah, tetapi simbol kolaborasi antara visi pembangunan dan harapan warga yang ingin melihat kotanya tumbuh sejajar dengan kota besar lain di Indonesia.

Pos terkait