kaltengpedia.com – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Kalteng) berlangsung meriah dengan tema “Spirit of Isen Mulang”. Namun, di balik kemegahan acara tahunan ini, muncul sorotan publik terhadap penggunaan anggaran serta dugaan belum dibayarkannya hadiah lomba kepada para pemenang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), total anggaran untuk penyelenggaraan FBIM 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp8 miliar. Anggaran ini meliputi berbagai komponen kegiatan, mulai dari perlombaan, panggung hiburan, logistik peserta, hingga promosi dan publikasi.
Namun, di tengah euforia festival, beberapa peserta yang berhasil menjuarai perlombaan menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juni 2025, mereka belum menerima uang pembinaan yang dijanjikan. Salah satu peserta, yang berhasil meraih juara di salah satu cabang lomba, mengungkapkan hal ini kepada wartawan Kaltengpedia.
“Kami hanya menerima piagam penghargaan, tetapi uang pembinaan belum diserahkan. Padahal lomba sudah selesai sejak beberapa waktu lalu,” ujar peserta yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (15/6/2025).
Menanggapi hal ini, tim redaksi Kaltengpedia telah mencoba menghubungi pihak panitia pelaksana dari Disbudpar Kalteng untuk meminta klarifikasi. Salah satu narasumber internal di lingkungan dinas tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebutkan bahwa proses pencairan dana pembinaan masih dalam tahap administrasi.
“Informasi terakhir, prosesnya masih berjalan. Tidak ada unsur penundaan disengaja. Kami memahami keresahan peserta, dan sedang kami usahakan agar hak-hak mereka segera dibayarkan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran hadiah tersebut.






















